KENDARI, TERASSULTRA.COM – Sebuah pemandangan yang memikat tersaji di Karnaval Tenun Sultra 2024, ketika 20 anggota Polisi Wanita (Polwan) dari Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) tampil memukau dalam balutan kain tenun tradisional khas daerah. Kegiatan yang berlangsung di kawasan eks MTQ Kendari ini menjadi salah satu puncak perayaan budaya Sultra dan menyedot perhatian ribuan pengunjung.
Dipimpin oleh Pakor Polwan Polda Sultra, Kompol Arie Sumarni, kontingen Polwan hadir dengan tema “Wonderful of the Sea”, yang menggambarkan keindahan dan kekayaan laut Sultra. Dengan kombinasi warna biru, hijau, kuning, dan merah, kostum mereka melambangkan keragaman budaya sekaligus semangat persatuan.
Yang istimewa, para Polwan mengenakan seragam dinas yang dipadukan dengan aksesoris khas daerah dan kain tenun tradisional, menciptakan tampilan yang anggun sekaligus gagah. Penampilan ini merepresentasikan Polwan sebagai pengawal budaya dan simbol perempuan tangguh yang menjaga warisan leluhur.
Kompol Arie Sumarni, dalam keterangannya, menekankan pentingnya pelestarian budaya lokal.
“Kain tenun yang kami kenakan tidak hanya simbol tradisi, tetapi juga wujud penghormatan terhadap identitas dan sejarah masyarakat Sultra. Melalui setiap motifnya, terkandung cerita dan kebanggaan yang harus diwariskan kepada generasi mendatang,” bebernya, Ssbtu (7/12/2024).
Dalam kesempatan itu, Kompol Arie Sumarni mengatakan selain menjadi bagian dari tugas sebagai abdi negara, keikutsertaan Polwan dalam karnaval ini juga menunjukkan bahwa profesionalisme dapat berjalan seiring dengan upaya melestarikan tradisi.
“Nilai-nilai budaya Sultra tidak hanya relevan, tetapi juga mampu menyatu dengan dinamika kehidupan modern,” jelasnya.
Karnaval Tenun Sultra 2024 sendiri merupakan agenda tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Sultra untuk mempromosikan kekayaan warisan budaya lokal. Tahun ini, acara tersebut menghadirkan berbagai kontingen yang menampilkan seni, tradisi, dan inovasi dalam memadukan warisan budaya dengan kehidupan masa kini.
Polwan Polda Sultra, dengan pesona dan semangat yang terpancar, menjadi salah satu sorotan utama acara tersebut. Tidak hanya menjadi simbol harmoni budaya, mereka juga menyampaikan pesan kuat bahwa perempuan mampu mengambil peran besar dalam melestarikan tradisi sekaligus menjaga keamanan dan kedamaian.
Penulis: Andri


















Komentar