KENDARI, TERASSULTRA.COM – Direktorat Pembinaan Masyarakat (Binmas) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui pelaksanaan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) di Swissbell Hotel Kendari.
Acara yang diadakan pada Jumat (6/9/2024) ini dipimpin langsung oleh Direktur Binmas, Kombes Pol Antonius Danang Heru Wibowo, dan dihadiri oleh para pejabat utama Polda serta perwakilan dari jajaran Bhabinkamtibmas di seluruh Sultra.
Kombes Pol Antonius menyampaikan bahwa situasi nasional maupun global saat ini membawa tantangan besar bagi keamanan masyarakat. Ia menyebutkan beberapa tantangan utama, seperti pengaruh politik yang berpotensi memicu konflik sosial, resesi ekonomi yang melanda negara-negara besar, serta lonjakan inflasi pangan yang bisa memperburuk situasi di tingkat lokal.
“Tantangan ke depan tidaklah mudah. Kita harus siap menghadapi dampak dari kondisi ekonomi global yang sedang tidak stabil. Resesi telah melanda beberapa negara besar, dan inflasi pangan yang sedang melanda dunia berpotensi memberikan efek domino pada situasi sosial di dalam negeri,” jelas Kombes Antonius.
Terkait dengan kondisi ini, Kombes Antonius menekankan pentingnya upaya proaktif dari jajaran Polri dalam menangkal berbagai potensi gangguan. Salah satu langkah strategis yang ditekankan adalah peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak Polri di lapangan.
Bhabinkamtibmas diharapkan mampu melakukan pemetaan potensi gangguan keamanan di masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara masyarakat dan aparat penegak hukum.
“Peran Bhabinkamtibmas sangat krusial dalam menjaga stabilitas Kamtibmas. Mereka harus bisa berfungsi sebagai penilai keamanan (security assessor) yang peka terhadap situasi di lingkungan sekitar. Selain itu, penting bagi kita untuk bergerak cepat dalam mengantisipasi ancaman, jangan sampai menunggu situasi berkembang menjadi lebih buruk,” tegasnya.
Kombes Antonius juga menggarisbawahi bahwa sesuai arahan Kapolri, Polri harus terus bertransformasi menjadi organisasi yang adaptif, responsif, dan profesional dalam menghadapi perubahan. Hal ini mencakup penggunaan teknologi dan inovasi dalam mengantisipasi potensi gangguan serta upaya untuk menjaga perdamaian menjelang Pemilu 2024.
“Polri harus menjadi organisasi pembelajar yang selalu siap beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung Polri Presisi, yang berarti prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan,” tambahnya.
Sebagai penutup, Kombes Antonius mengingatkan seluruh peserta Rakernis untuk selalu berkolaborasi dengan masyarakat dalam menjaga keamanan.
“Tidak ada keberhasilan tanpa dukungan dari masyarakat. Sinergitas antara Polri dan masyarakat adalah kunci keberhasilan kita dalam menjaga stabilitas Kamtibmas,” tandasnya.
Rakernis ini diharapkan mampu menjadi momentum bagi Polda Sultra untuk memperkuat sinergi antar jajaran dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sulawesi Tenggara, terutama menjelang tahun politik yang diprediksi akan menjadi salah satu periode paling krusial dalam sejarah bangsa.
Penulis: Andri


















Komentar