SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita

Pimpin Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia Sultra, Rusiawati Yusran Silondae Siap Perkuat Peran Perempuan

Rusiawati
Hj. Rusiawati Yusran Silondae, SE.,MM saat memberikan sambutan usai dilantik jadi Ketua Wilayah Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia Sultra, di Jakarta, Jumat (21/5/2026). Foto Arsya

JAKARTA, TERASSULTRA.COM – Hj. Rusiawati Yusran Silondae resmi dilantik sebagai Ketua Wilayah Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia (IMII) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026-2031 dalam pelantikan pengurus wilayah IMII yang berlangsung di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2026.

Pelantikan itu dipimpin langsung Ketua Umum IMII, Novita Ekasari, bersama ratusan pengurus dari sejumlah daerah di Indonesia. Selain Rusiawati, turut dilantik jajaran pengurus Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia Sultra, di antaranya Sekretaris Susi Suhartini, Bendahara Hj. Fatmawati Faqih, serta Wakil Ketua I Hj. Gustiisnaniyah Supu Yusuf.

Momentum pelantikan tersebut menjadi penanda ekspansi organisasi perempuan muslim itu ke berbagai wilayah di Indonesia. Dalam waktu enam bulan sejak berdiri, IMII telah membentuk enam kepengurusan wilayah dan menargetkan hadir di 31 provinsi dalam satu tahun ke depan.

Di tengah agenda nasional itu, sosok Rusiawati Yusran Silondae menjadi salah satu figur yang mendapat perhatian. Ia dipercaya memimpin Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia Sultra untuk memperkuat gerakan perempuan muslim di daerah, mulai dari penguatan spiritual, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi perempuan.

Ketua Umum Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia, Novita Ekasari, mengatakan pengurus wilayah yang dilantik diharapkan menjadi penggerak utama organisasi di daerah masing-masing.

“Hari ini ibaratnya kami melepas sayap-sayap IMII ke berbagai wilayah di Indonesia. Dalam enam bulan sudah terbentuk enam wilayah, dan target kami dalam satu tahun IMII bisa hadir di 31 provinsi,” ungkapnya usai pelantikan pengurus wilayah IMII periode 2026-2031 di Jakarta.

Menurutnya, para pengurus wilayah memiliki tanggung jawab memperkenalkan sekaligus menjalankan program-program organisasi secara konkret di tengah masyarakat.

“Mereka adalah sayap-sayap IMII yang akan memperkenalkan dan menjalankan program-program organisasi di wilayah masing-masing,” bebernya.

Rusiawati 1

Hj. Rusiawati Yusran Silondae, SE.,MM pose bersama usai dilantik jadi Ketua Wilayah Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia Sultra, Jumat (22/5/2026). Foto Arsya

Novita menuturkan, IMII dibangun di atas tiga pilar utama, yakni dakwah ukhuwah Islamiyah, penguatan mental dan spiritual perempuan, serta pemberdayaan ekonomi muslimah. IMII hadir sebagai organisasi yang bersifat terbuka dan nonpartai.

“IMII berbeda dengan organisasi lain karena kami mengedepankan dakwah ukhuwah Islamiyah. Kami nonpartai dan terbuka bagi seluruh muslimah untuk bersama-sama membangun kebaikan,” tegasnya

Penguatan ekonomi perempuan tambahnya menjadi bagian penting dalam membangun kemandirian muslimah. Dengan ekonomi yang kuat, kata dia, perempuan dapat memiliki ruang lebih besar untuk membantu sesama dan memberi dampak sosial yang luas.

“Kami ingin para muslimah saling menguatkan. Ketika ekonomi kuat, kita bisa lebih banyak berbagi dan membantu sesama,” paparnya

Sementara itu, Ketua Wilayah Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia Sultra, Hj. Rusiawati Yusran Silondae, SE., MM menyatakan siap menjalankan amanah organisasi dengan memperkuat konsolidasi muslimah di bumi anoa.

Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia Sultra akan fokus menjalankan program yang menyentuh langsung kebutuhan perempuan di daerah. Dan perempuan saat ini tidak hanya dituntut memiliki kapasitas dalam keluarga, tetapi juga harus mampu mengambil peran dalam pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat.

“Ikatan Muslimah Inspiratif Indonesia Sultra ingin menjadi ruang kolaborasi bagi perempuan-perempuan inspiratif di Sultra. Kami ingin menghadirkan program yang memberi manfaat nyata, baik dalam penguatan spiritual, pendidikan, maupun pemberdayaan ekonomi perempuan,” kata Rusiawati.

Ia menilai tantangan perempuan ke depan semakin kompleks sehingga dibutuhkan organisasi yang mampu menjadi wadah penguatan kapasitas perempuan secara berkelanjutan.

“Kami ingin muslimah Inspiratif di Sultra semakin percaya diri, mandiri, dan mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing,” tandasnya.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement