SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari Pendidikan

Pimpin HUT PGRI, Wali Kota Kendari Inginkan Guru Fokus Mendidik Tanpa Dibebani Administrasi

Siska 14
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat memimpin upacara HUT PGRI dan HGN di Balai Kota Kendari. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Ribuan guru, siswa, dan para pemangku kebijakan menghadiri puncak peringatan HUT ke-80 PGRI yang dirangkaikan dengan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 yang digelar di Lapangan Balai Kota Kendari. Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran memimpin langsung upacara dengan mengusung tema nasional “Guru Hebat, Indonesia Kuat.”

Dalam kesempatan tersebut Wali Kota Siska membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Prof Abdul Mu’ti, yang menekankan bahwa Hari Guru bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan momen refleksi nasional untuk menghargai kontribusi guru dalam mencetak generasi masa depan Indonesia.

“Guru hebat mengajar dengan hati, menginspirasi tanpa henti, dan menciptakan ruang pembelajaran yang inklusif,” ucapnya.

Dalam pidato tersebut, Mendikdasmen menegaskan posisi strategis guru sebagai penggerak pendidikan, pembentuk karakter, sekaligus penjaga masa depan bangsa. Ia mengingatkan bahwa perubahan zaman yang semakin cepat menempatkan guru pada peran yang semakin kompleks.

“Perubahan teknologi, dinamika sosial, dan tantangan global membuat profesi guru semakin penting,” tambahnya.

Selain itu, Wali Kota Siska menggarisbawahi komitmen pemerintah pusat dalam menyelesaikan agenda besar transformasi tata kelola guru, termasuk sentralisasi manajemen tenaga pendidik yang kini memasuki tahap final.

Kebijakan ini diharapkan membawa sejumlah perubahan signifikan diantaranya, Pemerataan distribusi guru di seluruh daerah. Penguatan kesejahteraan tenaga pendidik, dan Penyelesaian menyeluruh persoalan guru honorer yang selama ini bergantung pada kebijakan dan kemampuan fiskal daerah

Dengan demikian, ia menegaskan bahwa semua kebijakan tersebut memiliki satu tujuan utama, membebaskan guru dari beban administrasi yang menguras energi, sehingga dapat kembali fokus pada esensi mendidik

“Kami ingin guru benar-benar fokus mendidik tanpa dibebani administrasi yang melelahkan,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement