KENDARI, TERASSULTRA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, menegaskan disiplin dan loyalitas aparatur sipil negara (ASN) merupakan hal yang tidak bisa ditawar di lingkungan Pemerintah Kota Kendari.
Hal itu disampaikan Amir Hasan saat memimpin Apel Gabungan ASN lingkup Pemkot Kendari di Lapangan Upacara Balai Kota Kendari, Senin (8/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Amir Hasan menyentil masih adanya kebiasaan menunda pelaksanaan instruksi pimpinan di sejumlah lini birokrasi. Seluruh ASN, mulai dari staf hingga pejabat struktural, menunjukkan kepatuhan penuh terhadap kebijakan organisasi.
“Kita semua sudah berkomitmen soal kedisiplinan dan integritas sebagai ASN Kota Kendari. Karena itu, ketika ada instruksi pimpinan, tidak ada lagi ruang untuk menunda-nunda dengan alasan apa pun,” tegasnya.
Loyalitas tambahnya menjadi faktor dominan dalam membangun organisasi pemerintahan yang solid. Ia bahkan mengutip arahan Wali Kota Kendari bahwa kecerdasan bukan satu-satunya ukuran utama dalam birokrasi.
“Sesuai arahan Ibu Wali Kota, dari lima instrumen utama yang dibutuhkan organisasi, aspek kecerdasan hanya menempati satu porsi. Empat porsi lainnya adalah loyalitas terhadap daerah dan pimpinan,” jelasnya.
Tak hanya itu, Amir Hasan menyampaikan apresiasi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari kepada seluruh ASN atas keterlibatan mereka dalam menyukseskan berbagai agenda pemerintah, termasuk kegiatan berskala nasional dan regional.
Ia menyebut kekompakan antarorganisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu alasan Kota Kendari kembali dipercaya pemerintah pusat sebagai tuan rumah agenda strategis nasional.
“Berkat soliditas seluruh OPD, Kota Kendari kembali dipercaya Kemendagri menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Pembangunan Regional dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Menjelang agenda tersebut, Pemkot Kendari menjadwalkan kerja bakti massal secara serentak pada Selasa (9/6/2026). Kegiatan itu dibagi dalam tiga zona, yakni wilayah dalam kota, Abeli Luar, dan Abeli Dalam.
Untuk itu, Amir Hasan meminta para camat dan lurah agar tidak hanya menunggu laporan masyarakat terkait kondisi lingkungan. Ia meminta pengawasan wilayah dilakukan rutin sebelum jam kerja dimulai.
“Saya minta para camat dan lurah sebelum masuk kantor berkeliling dulu memantau wilayahnya masing-masing. Kalau ada tumpukan batu, sampah, atau rumput yang mengganggu estetika kota, segera koordinasikan dengan RT/RW untuk dibersihkan,” katanya.
Dalam kesematan itu, ia menegaskan, penanganan persoalan lingkungan merupakan bagian dari ukuran kinerja aparatur di lapangan.
“Tunjukkan dedikasi dan kemampuan manajerial saudara di lapangan. Jangan menunggu viral atau dikeluhkan masyarakat baru bergerak,” urainya.
Selain itu, Amir Hasan mengaku menerima sejumlah laporan masyarakat terkait kantor kelurahan yang belum membuka pelayanan tepat waktu. Karena itu, ia meminta seluruh lurah memastikan pelayanan publik berjalan sesuai jam kerja yang telah ditetapkan pemerintah.
“Jangan sampai masyarakat datang mencari pelayanan, tetapi kantor belum siap melayani. Disiplin pelayanan adalah wajah pemerintah di mata masyarakat,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar