SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita

Petani Benuanirae Komitmen Jaga Ketahanan Pangan

photopea resize 1790219503546
Ilustrasi

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Kelompok tani di Kelurahan Benuanirae, Kecamatan Abeli, Kota Kendari, berkomitmen menjaga produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Ketua Kelompok Tani Kelurahan Benuanirae, Yoreni, mengatakan sejumlah program pemerintah selama ini telah membantu petani menjalankan kegiatan pertanian. Bantuan sarana produksi dan program pemberdayaan, kata dia, memberikan kemudahan bagi petani dalam mengelola lahan dan meningkatkan hasil produksi.

“Program pemerintah sudah cukup membantu kami. Tetapi dukungan itu masih perlu diperkuat agar petani bisa bekerja lebih maksimal dan hasil produksi terus meningkat,” jelasnya, Kamis (24/9/2026).

Persoalan pupuk masih menjadi salah satu perhatian utama petani. Distribusi pupuk bersubsidi perlu diperbaiki agar petani dapat memperolehnya sesuai kebutuhan dan pada waktu yang tepat.

“Jangan sampai petani sudah siap mengolah lahan, tetapi pupuk sulit didapat. Kami berharap distribusi pupuk bersubsidi bisa lebih tepat sasaran dan tidak terlambat,” katanya.

Selain pupuk, Yoreni meminta pemerintah memperluas akses permodalan bagi petani. Keterbatasan modal, kata dia, dapat menghambat petani dalam menyediakan kebutuhan produksi maupun mengembangkan usaha pertanian.

Kemudian, petani juga membutuhkan pelatihan yang lebih intensif, khususnya dalam penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan). Menurut Yoreni, penguasaan teknologi pertanian penting agar pekerjaan petani menjadi lebih efisien dan produktivitas meningkat.

“Petani perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan menggunakan alsintan. Bantuan alat akan lebih bermanfaat kalau petani juga mendapat pelatihan dan pendampingan dalam penggunaannya,” bebernya.

Persoalan lain yang dinilai mendesak adalah ketersediaan air. Yoreni mengatakan petani membutuhkan dukungan infrastruktur pengairan, termasuk pengadaan sumur bor, untuk menjaga kegiatan pertanian tetap berjalan ketika musim kemarau.

“Air menjadi kebutuhan utama. Karena itu, kami berharap ada pengadaan sumur bor sehingga petani tidak terlalu bergantung pada kondisi hujan,” bebernya.

Yoreni menegaskan dukungan pemerintah harus diikuti dengan tanggung jawab petani untuk memanfaatkan setiap bantuan secara tepat. Ia meminta para petani tidak hanya menunggu bantuan, tetapi juga meningkatkan kerja sama dan gotong royong dalam mengelola sektor pertanian.

“Kami siap bekerja dan meningkatkan produksi. Yang kami harapkan adalah dukungan pemerintah terus diperkuat. Bantuan yang diberikan juga akan kami manfaatkan secara bertanggung jawab,” tandasnya.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement