KENDARI, TERASSULTRA.COM – Perumda Pasar Kota Kendari membuka ribuan kios kosong bagi warga yang ingin berjualan. Pedagang tidak perlu membeli atau membayar uang sewa kios untuk mulai berdagang di sejumlah pasar yang dikelola perusahaan daerah tersebut.
Direktur Perumda Pasar Kota Kendari, Asnar mengatakan kebijakan itu diambil untuk menghidupkan kembali pasar yang masih banyak memiliki kios kosong sekaligus menarik pedagang yang berjualan di bahu jalan agar masuk ke dalam kawasan pasar.
Kebijakan tersebut diumumkan Asnar dalam konferensi pers di Kendari, Kamis, 20 Agustus 2026.
“Salah satunya itu terkait dengan keberadaan kios-kios kami yang banyak kosong di pasar-pasar. Pada kesempatan ini, kami mau mengumumkan bahwa kios-kios yang ada di pasar-pasar kami sekarang kita buka seluas-luasnya untuk setiap warga Kota Kendari untuk masuk berdagang, dengan masuk gratis,” jelasnya.
Menurutnya, warga tidak perlu lagi mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah untuk memperoleh kios seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Calon pedagang cukup melapor kepada Perumda Pasar dan memenuhi ketentuan administrasi.
“Masuk gratis. Tidak ada lagi penjualan kios. Tinggal masuk, melaporkan ke kami, masuk berdagang ke pasar-pasar kami,” jelasnya.
Perumda Pasar mencatat sejumlah pasar masih memiliki banyak petak yang belum dimanfaatkan. Di Pasar Kota terdapat 372 petak kosong, Pedis Market 75 petak, Pasar Sentral Wuawua atau Pasar Baru sekitar 650 petak, serta Pasar Basah Mandonga 257 petak di lantai dua.
Dengan jumlah tersebut, tersedia lebih dari 1.300 petak yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berusaha di empat pasar prioritas.
Asnar mengatakan kebijakan itu merupakan peluang bagi warga yang ingin memulai usaha tanpa harus terbebani modal besar untuk mendapatkan tempat berjualan.
“Ini peluang besar untuk masyarakat untuk memiliki kios tanpa membeli. Yang penting ada niatnya untuk berdagang. Bukan untuk disimpan-simpan sebagai aset, tapi untuk dimanfaatkan berdagang,” ungkapnya.
Khusus di Pasar Wuawua, sebagian kios masih berada dalam masa kontrak dengan pihak ketiga. Namun, Perumda Pasar telah melakukan kesepakatan sehingga kios-kios tersebut dapat dimanfaatkan terlebih dahulu oleh pedagang. Untuk penggunaan kios tersebut, pedagang hanya dibebankan biaya listrik.
Dalam kesempatan itu, Asnar meminta pedagang yang masih berjualan di luar kawasan pasar memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan. Pedagang yang masih memiliki kontrak dengan pemerintah kota dan berjualan di Pasar Panjang maupun lokasi lain diminta segera menempati kios yang tersedia.
Jika masa kontrak berakhir dan kios tidak dimanfaatkan, Perumda Pasar akan memberikan kesempatan kepada warga lain yang benar-benar ingin berdagang. Imbauan serupa ditujukan kepada pedagang yang masih berjualan di bahu Jalan Lasandara.
Ia meminta memanfaatkan kios kosong di Pasar Basah Mandonga agar aktivitas perdagangan kembali berlangsung di dalam kawasan pasar.
“Yang penting mau berdagang, masuk saja,” kata Asnar.
Dari delapan pasar yang disiapkan, Perumda Pasar menetapkan empat lokasi sebagai prioritas awal, yakni Pasar Wuawua, Pasar Kota, Pasar Basah Mandonga dan Pedis Market.
Asnar mengatakan kebijakan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengisi kios kosong. Perumda Pasar ingin mengembalikan fungsi pasar sebagai pusat aktivitas ekonomi sekaligus menata aktivitas perdagangan agar tidak lagi menyebar ke bahu jalan.
Selain membuka kios bagi pedagang, Perumda Pasar juga membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta untuk mengembangkan berbagai jenis usaha di kawasan pasar.
“Kerja sama itu diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi, menarik lebih banyak pengunjung, dan menghidupkan kembali pasar-pasar yang selama ini belum optimal dimanfaatkan,” tandas Asnar.
Penulis: Arsya


















Komentar