SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Perkuat Sinergi, Pemkot Kendari Gelar Rakor dan Bimtek UPZ ASN 2025

Pemkot
Pemkot Kendari melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah bersama Badan Amil Zakat Nasional saat menggelar Rakor dengan UPZ ASN tahun 2025. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Kendari menggelar Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Unit Pengumpul Zakat (UPZ) ASN tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Athaya Kendari, Senin (21/7/2025), dengan mengusung tema: “Menguatkan Sinergi, Meningkatkan Kapasitas, Mengoptimalkan Pengelolaan Zakat”.

Rakor dan Bimtek ini dibuka Asisten I Setda Kota Kendari, Maman Firmansyah, yang hadir mewakili Wali Kota Kendari. Dikatakannya bahwa pentingnya zakat sebagai pilar keadilan sosial serta instrumen pemberdayaan ekonomi umat jika dikelola secara profesional dan transparan.

“Zakat, infak, dan sedekah bukan hanya ibadah individual, tetapi bagian dari tanggung jawab sosial. Melalui penguatan UPZ, kita bisa mengelola dana umat dengan lebih transparan, terarah, dan berdampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” bebernya.

Mantan Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP ini juga mengajak seluruh unit kerja untuk memperkuat sinergi dan memperbaiki sistem pelaporan agar pengelolaan zakat semakin akuntabel dan tidak menimbulkan persoalan administratif.

“Koordinasi yang baik dan pelaporan yang konsisten antara UPZ dan Baznas adalah kunci. Saya berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin tahunan, agar pengelolaan zakat di Kota Kendari terus mengalami peningkatan dari sisi kualitas maupun kuantitas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kota Kendari, Amri Natsir, dalam pemaparannya mengungkapkan bahwa transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama dalam pengelolaan zakat ASN.

Untuk mendukung hal tersebut, Baznas telah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Baznas (SIMBA), sebuah sistem digital yang mewajibkan pelaporan harian dari seluruh UPZ di lingkungan Pemkot Kendari.

“Pelaporan dari UPZ di OPD, kecamatan, dan sekolah sangat menentukan kelancaran distribusi serta kepercayaan publik. Data yang rapi akan memudahkan Baznas menyusun laporan ke Baznas RI dan menghindari temuan saat audit,” paparnya.

Ia juga memaparkan capaian pengumpulan zakat ASN tahun 2024 yang mencapai Rp3 miliar, melampaui target yang ditetapkan sebelumnya. Untuk tahun 2025, Baznas menargetkan angka yang lebih ambisius yakni Rp4 miliar.

Namun hingga akhir Juni 2025, realisasi pengumpulan zakat baru mencapai Rp1,79 miliar atau sekitar 44,88 persen dari target tahunan. Amri menilai, capaian tersebut belum maksimal mengingat potensi zakat dari kalangan ASN di Kota Kendari masih sangat besar.

“Kami optimistis, jika seluruh UPZ lebih aktif dan pelaporan lebih disiplin, maka target Rp4 miliar bisa tercapai. Ini soal komitmen bersama untuk memaksimalkan potensi zakat sebagai solusi sosial umat,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement