KENDARI, TERASSULTRA.COM – Bank Sultra resmi mengantongi sertifikasi ISO/IEC 27001:2022, standar internasional di bidang Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI). Sertifikat bergengsi ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital bank milik daerah tersebut.
Penyerahan sertifikat berlangsung di Gedung Tower Bank Sultra, diserahkan oleh Plt. Kepala Satuan Kerja Auditor Internal (SKAI), Djodi Manggolo Yudo, bersama Kepala Divisi Kepatuhan, APU-PPT & SAF, Laode Mustika, kepada Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar.
Capaian ini menandai komitmen kuat Bank Sultra dalam menjaga keamanan data nasabah sekaligus memperkuat tata kelola digital di era perbankan modern.
“Perolehan sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 ini merupakan bentuk nyata komitmen Bank Sultra dalam menjaga dan meningkatkan keamanan informasi di seluruh lini operasional kami,” ungkap Andri Permana Diputra Abubakar, Direktur Utama Bank Sultra, Senin (3/11/2025).
Andri menegaskan, di tengah percepatan transformasi digital, keamanan data tidak lagi sekadar kewajiban teknis, melainkan bagian dari tanggung jawab moral lembaga keuangan terhadap masyarakat.
“Keamanan data adalah amanah moral kami kepada seluruh nasabah, mitra, dan pemangku kepentingan. Kami ingin memastikan setiap transaksi, setiap informasi, dan setiap sistem yang kami kelola berada di tingkat keamanan tertinggi,” katanya.
Untuk meraih sertifikasi ini, Bank Sultra melewati tujuh tahapan utama proses sertifikasi, mulai dari peningkatan kesadaran internal, penyesuaian kebijakan dan prosedur, hingga audit eksternal oleh lembaga independen.
Tahap akhir berupa Management Review memastikan bahwa penerapan Sistem Manajemen Keamanan Informasi (SMKI) berjalan efektif dan berkelanjutan.
Hasilnya, Bank Sultra dinyatakan memenuhi standar global ISO/IEC 27001:2022 menandakan sistem keamanan informasi yang kuat, terukur, dan diakui secara internasional.
Sertifikasi ini memberikan lima manfaat strategis bagi Bank Sultra:
– Jaminan Keamanan Informasi melalui penerapan prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data.
– Peningkatan Kepercayaan Pelanggan dan Regulator terhadap keamanan transaksi dan pengelolaan data nasabah.
– Kepatuhan terhadap Regulasi, termasuk UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), OJK, dan Bank Indonesia.
– Manajemen Risiko yang Efektif, dengan mitigasi menyeluruh terhadap potensi ancaman keamanan siber.
– Keunggulan Kompetitif, menjadikan Bank Sultra sebagai lembaga keuangan daerah yang tangguh dan terpercaya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa bank daerah juga mampu menerapkan standar keamanan informasi setara lembaga keuangan nasional,” ungkap Andri.
“Sertifikasi ini bukan akhir dari perjalanan, tetapi awal dari budaya baru dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik,” tambahnya.
Dengan perolehan sertifikasi ISO/IEC 27001:2022, Bank Sultra berkomitmen untuk terus memperkuat infrastruktur digital dan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang keamanan informasi.
Langkah ini sejalan dengan visi Bank Sultra untuk menjadi bank daerah yang modern, transparan, dan adaptif terhadap tantangan era digital.
“Kami akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan berkelanjutan. Prinsip tata kelola yang baik (good governance) dan keamanan informasi menjadi fondasi bagi layanan perbankan yang aman dan terpercaya,” tandas Andri Permana Diputra Abubakar.
Penulis: Arsya


















Komentar