SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita

Pemuda Nusantara Apresiasi Respons Cepat Kementerian P2MI Evakuasi TKW Asal Sultra dari Oman

Ikram 1
Ketua Umum DPP Pemuda Nusantara, Muhamad Ikram Pelesa saat memberikan keterangan. Foto Arsya

JAKARTA, TERASSULTRA.COM – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pemuda Nusantara memberikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) atas langkah cepat menyelamatkan seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yang mengalami perlakuan tidak manusiawi dari majikannya di Oman.

Ketua Umum DPP Pemuda Nusantara, Muhamad Ikram Pelesa, menilai respons sigap pemerintah menunjukkan kehadiran negara dalam melindungi warga negaranya, khususnya pekerja migran Indonesia di luar negeri.

“Kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah, khususnya Kementerian P2MI, yang tidak menunggu waktu lama untuk mengevakuasi saudari Eka Arwati ke Kantor KBRI Oman. Ini bukti nyata bahwa negara hadir,” urainya kepada Terassultra.com, Rabu (21/1/2026).

Ikram menjelaskan, begitu informasi mengenai dugaan perlakuan tidak menyenangkan yang dialami Eka Arwati beredar, ia langsung mengambil langkah komunikasi dengan jajaran Kementerian P2MI.

“Begitu saya menerima informasi berupa video yang beredar di grup WhatsApp, saya langsung menghubungi senior saya, Ilham Akbar Mustafa, yang saat ini dipercaya sebagai Staf Khusus Menteri P2MI. Alhamdulillah, saat itu juga langsung diatensi,” bebernya.

Kementerian P2MI tidak hanya bergerak cepat dalam proses evakuasi, tetapi juga melakukan koordinasi intensif dengan pihak keluarga korban serta pemerintah desa tempat orang tua Eka Arwati berada.

“Pihak kementerian langsung berkoordinasi dengan keluarga korban, baik suami maupun aparat desa. Ini menunjukkan bahwa perlindungan tidak berhenti di prosedur, tetapi menyentuh sisi kemanusiaan,” kata Ikram.

Ia mengungkapkan bahwa hingga Rabu sore, Eka Arwati telah berada dalam perlindungan penuh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Oman dan tengah dipersiapkan untuk dipulangkan ke Tanah Air.

“Saya mendapat kabar langsung dari Staf Khusus Menteri P2MI bahwa Eka Arwati sudah berada di KBRI Oman dan akan segera dipulangkan. Ini adalah bukti konkret kehadiran negara dalam melindungi pekerja migran Indonesia,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ikram yang juga merupakan keluarga korban berharap pemerintah tidak berhenti pada proses evakuasi, tetapi juga menindak tegas pihak perusahaan atau agen yang memberangkatkan korban.

“Kami berharap pemerintah meminta pertanggungjawaban penuh dari perusahaan yang memberangkatkan Eka Arwati. Ke depan, perlindungan harus diperketat agar tidak ada lagi pekerja migran Indonesia yang mengalami kekerasan maupun pelecehan,” bebernya.

Ikram menegaskan, kasus ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem penempatan dan pengawasan pekerja migran Indonesia di luar negeri.

“Keselamatan dan martabat pekerja migran harus menjadi prioritas utama. Mereka adalah pahlawan devisa yang wajib dilindungi negara,” tandasnya.

 

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement