SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Pemkot Kendari

Pemkot Kendari Matangkan Persiapan Idul Adha 1446 H

FB IMG 1748500129341
Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kendari, Maman Firmansyah saat memimpin rapat Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai mengintensifkan koordinasi lintas sektor.

Langkah ini ditandai dengan pelaksanaan rapat Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) yang dipimpin oleh Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kendari, Maman Firmansyah, bertempat di Aula Samaturu, Balai Kota Kendari, Rabu (28/5/2025).

Rapat tersebut menghadirkan sejumlah perwakilan penting dari instansi terkait, termasuk pengurus PHBI, Badan Takmirul Qur’an (BTQ), Kantor Kementerian Agama Kota Kendari, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Maman Firmansyah menekankan pentingnya menyatukan persepsi dan langkah antarlembaga guna menyukseskan pelaksanaan Idul Adha di Kota Kendari. Ia menyebut rapat ini sebagai forum strategis dalam menyamakan visi dan memastikan setiap aspek teknis berjalan sesuai rencana.

“Ini bukan hanya tentang seremoni keagamaan, tapi bagaimana Pemkot hadir memastikan pelaksanaan Idul Adha berjalan tertib, aman, dan tetap khusyuk bagi seluruh masyarakat,” bebernya.

Ia juga menegaskan, koordinasi yang matang diperlukan untuk mengantisipasi berbagai persoalan, terutama terkait pendistribusian hewan kurban dan pelaksanaan salat Id.

Salah satu poin krusial dalam rapat adalah pembahasan mengenai logistik hewan kurban. Berdasarkan data sementara yang disampaikan, kebutuhan hewan kurban di Kota Kendari diperkirakan mencapai 238 ekor sapi dan sekitar 2.000 ekor kambing.

Angka tersebut, menurut Maman, masih bersifat tentatif dan akan terus diperbarui seiring laporan dari tiap kecamatan dan lembaga.

“Kita ingin memastikan bahwa distribusi hewan kurban nanti betul-betul merata dan tepat sasaran. Karena di sinilah nilai sosial dari Idul Adha tercermin, yaitu berbagi dengan sesama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar instansi terkait mulai berkoordinasi dengan penyedia dan pemeriksa kesehatan hewan untuk menjamin kualitas serta kelayakan kurban yang akan disalurkan.

Selain itu, Maman menyampaikan rencana takbiran keliling masih dalam tahap pertimbangan dan akan menunggu keputusan akhir dari Wali Kota Kendari, Hj. Siska Karina Imran.

“Tadi muncul banyak masukan dari peserta rapat, ada yang mendorong pelaksanaan takbiran keliling karena bisa menjadi bagian dari syiar Islam yang positif. Tapi tentu kita juga harus mempertimbangkan aspek keamanan dan ketertiban. Semua keputusan akhir akan menunggu arahan Ibu Wali Kota,” jelasnya.

Sementara terkait khutbah, sejumlah pihak mengusulkan penggunaan teks khutbah seragam untuk seluruh titik pelaksanaan salat Idul Adha.

“Khutbah seragam ini bisa menjadi media dakwah bersama. Dengan pesan yang sama, kita ingin seluruh jamaah di berbagai titik mendapatkan pemahaman keagamaan yang utuh dan sejalan dengan nilai-nilai toleransi, keadilan sosial, dan penguatan ukhuwah,” tambah Maman.

Dalam kesempatan tersebut juga diumumkan bahwa lokasi utama pelaksanaan salat Idul Adha tahun ini akan dipusatkan di Lapangan Benu-Benua, Kecamatan Kendari Barat. Wali Kota Kendari direncanakan akan melaksanakan salat berjamaah bersama masyarakat di lokasi tersebut.

“Ini menjadi bagian dari pendekatan kepemimpinan yang dekat dengan masyarakat. Ibu Wali Kota ingin merayakan momen Idul Adha ini bersama warga, sekaligus menjadi simbol kehadiran pemerintah dalam kehidupan keagamaan warga kota,” tandas Maman.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement