SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Pemkot Kendari Manfaatkan Lahan Kosong untuk Tekan Inflasi

Siska 74
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat memimpin langsunt tanam bawang dalam rangka meneka inflasi di Kota Kendari, Jumat (21/8/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mendorong pemanfaatan lahan kosong dan pekarangan untuk produksi pangan sebagai salah satu strategi menekan inflasi. Gerakan itu dimulai dengan penanaman cabai di lahan percontohan milik Dinas Pertanian Kota Kendari, Jumat, 21 Agustus 2026.

Program bertajuk Kendari Bertanam tersebut diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan lokal sekaligus mengurangi ketergantungan Kota Kendari terhadap pasokan dari luar daerah.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan pengendalian inflasi tidak cukup dilakukan melalui intervensi harga. Pemkot perlu memperkuat produksi komoditas pangan yang mempengaruhi pergerakan harga di pasar.

“Ini upaya kita mengendalikan inflasi, meningkatkan produksi pangan, mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Kendari,” jelasnya.

Kendari belum mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Sebagian kebutuhan masih bergantung pada pasokan dari daerah lain sehingga perubahan harga dan pasokan dapat langsung mempengaruhi harga di pasar.

Untuk itu kata Siska, pemerintah mendorong produksi komoditas pangan tertentu di dalam kota, terutama komoditas yang harganya mudah bergejolak.

Cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian. Harga cabai rawit saat ini telah mendekati Rp70 ribu per kilogram. Adapun cabai keriting berada di kisaran Rp57 ribu per kilogram.

“Walaupun kita tidak bisa swasembada pangan, minimal kita bisa menekan ketergantungan sehingga angka pengeluaran kita juga berkurang,” ungkap Siska.

Dalam kesempatan itu, Siska meminta gerakan tersebut tidak hanya dilakukan oleh kelompok tani. Seluruh organisasi perangkat daerah diminta ikut memanfaatkan lahan kosong di lingkungan kantor masing-masing.

Menurutnya, keterbatasan lahan bukan alasan untuk tidak menanam. Produksi pangan dapat dilakukan dengan memanfaatkan polybag, pot maupun ruang kosong yang tersedia.

“Kalau ada polybag, pot, atau apa saja yang ada space-nya, bisa kita manfaatkan supaya bisa lebih berbenah wilayah kita,”katanya.

Selain menghasilkan pangan, kata Siska, pemanfaatan pekarangan juga dapat membuat lingkungan perkotaan lebih hijau dan nyaman.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail mengatakan penanaman cabai tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Kendari Bertanam Tahun Anggaran 2026.

Lahan percontohan itu sebelumnya digunakan untuk menanam jagung. Namun, hasilnya belum sesuai harapan.

“Untuk jagung kemarin hasilnya belum optimal. Sehingga kita lakukan pengolahan kembali dengan teknologi sederhana untuk meningkatkan produktivitas lahan,” paparnya.

Pengolahan dilakukan menggunakan traktor roda empat, dilanjutkan dengan pembuatan bedengan dan pemasangan mulsa. Tanaman cabai juga diberi pelindung berbahan bambu untuk mengurangi paparan panas secara langsung.

Pola tersebut diharapkan dapat meningkatkan peluang tumbuh dan produktivitas tanaman, sekaligus menjadi contoh bagi petani maupun masyarakat yang ingin memanfaatkan lahan terbatas.

Kegiatan itu dirangkaikan dengan penyerahan bantuan alat dan mesin pertanian kepada petani dan gabungan kelompok tani di Kecamatan Baruga. Bantuan awal yang diserahkan berupa satu unit traktor roda empat dan satu unit traktor roda dua.

Imran mengatakan bantuan tersebut merupakan dukungan Kementerian Pertanian setelah banjir melanda Kota Kendari. Bantuan tambahan juga telah dipastikan menyusul.

“Selain yang hari ini diserahkan, ada beberapa bantuan yang akan menyusul, seperti traktor roda empat, traktor roda dua, pompa air dan sprayer elektrik,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement