KENDARI, TERASSULTRA.COM – Forum internasional United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) 2026 yang digelar di Kota Kendari mulai membuka ruang diplomasi antardaerah lintas negara. Salah satu pertemuan yang menyita perhatian berlangsung ketika Pemerintah Kota Kendari menerima kunjungan delegasi Kota Xi’an, Tiongkok, Kamis, 7 Mei 2026.
Pertemuan bilateral itu dipimpin langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, didampingi Wakil Wali Kota Kendari dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah. Hadir pula Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Bappeda, serta Kepala Bagian Kerja Sama Pemerintah Kota Kendari.
Kedua pihak membahas peluang kolaborasi di sejumlah sektor strategis, mulai dari pariwisata, kesehatan, lingkungan hidup, hingga pengembangan kota modern berbasis pelayanan publik dan teknologi.
Siska Karina Imran mengatakan komunikasi antara Kendari dan Xi’an sebenarnya telah dimulai jauh sebelum forum UCLG ASPAC digelar. Pembicaraan awal dilakukan melalui pertemuan virtual bersama jajaran Pemerintah Kota Xi’an.
“Dari zoom yang lalu bersama tim saya, ada beberapa potensi kolaborasi yang bisa kita jalankan untuk kerja sama antara Kendari dan Kota Xi’an,” ungkapnya.
Ia menilai forum UCLG ASPAC menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk membangun jejaring global yang berorientasi pada kerja sama konkret.
“Forum seperti ini memberi kesempatan daerah untuk belajar langsung dari kota-kota lain yang lebih maju, sekaligus memperkenalkan potensi yang kita miliki,” jelasnya.
Dalam pertemuan itu, delegasi Xi’an juga menyampaikan undangan resmi kepada Pemkot Kendari untuk menghadiri agenda internasional yang akan berlangsung di Xi’an pada Oktober 2026. Undangan tersebut disebut sebagai langkah awal mempererat hubungan antarkota sekaligus membuka peluang pertukaran pengalaman pembangunan perkotaan.
Pemkot Kendari menyambut positif tawaran tersebut. Menurut Siska, kehadiran Kendari dalam forum internasional di Xi’an nantinya diharapkan menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan potensi investasi, pariwisata, dan budaya Sulawesi Tenggara (Sultra) kepada komunitas global.
“Kami ingin Kendari dikenal bukan hanya sebagai tuan rumah kegiatan internasional, tetapi juga sebagai kota yang siap membangun kerja sama global,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar