SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Pemkot Kendari Gerak Cepat Tangani Banjir Akibat Drainase Tersumbat

Pemkot 15
Pemkot Kendari bergerak cepat tangani banjir akibat drainase tersumbat dengan menurunkan alat berat. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bergerak sigap menangani genangan air yang merendam kawasan perkantoran Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (10/4/2026). Banjir lokal tersebut dipicu oleh saluran drainase yang tersumbat material sisa pemangkasan pohon.

Genangan muncul tak lama setelah hujan mengguyur wilayah tersebut. Air yang seharusnya mengalir tersendat akibat tumpukan batang dan ranting yang menutup jalur drainase.

Respons cepat pun dilakukan. Tim gabungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) langsung diterjunkan ke lokasi. Penanganan ini turut dipantau sejumlah pejabat, termasuk Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan dan Asisten III Setda sekaligus Kasatgas Penataan Kota La Ode Manas Salihin.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, menegaskan bahwa langkah cepat diambil segera setelah laporan diterima.

“Setelah kami identifikasi, penyebab utama genangan adalah sisa tebangan dan pangkasan pohon yang menutup drainase. Karena itu tim langsung diturunkan untuk melakukan pembersihan agar aliran air kembali normal,” ungkap saat ditemui di lokasi.

Petugas gabungan terlihat bekerja membersihkan saluran air dengan mengangkat batang serta ranting menggunakan peralatan kebersihan dan kendaraan operasional milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK).

Menurut Sahuriyanto, kecepatan penanganan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah kota dalam menjaga fungsi infrastruktur perkotaan, khususnya di kawasan pelayanan publik.

“Ini bentuk respons cepat pemerintah. Kalau tidak segera ditangani, genangan bisa meluas dan mengganggu aktivitas pelayanan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dan semua pihak dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah maupun sisa pemangkasan ke saluran air.

“Drainase harus tetap bersih agar mampu menampung debit air saat hujan. Partisipasi semua pihak sangat penting untuk mencegah banjir,” bebernya.

“Setelah proses pembersihan dilakukan tambahnya aliran air di lokasi kembali normal,” tandas Sahuriyanto.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement