SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

MTQ Kendari Ditutup, Baruga Juara Umum, Pemkot Bidik Prestasi ke Tingkat Provinsi

Sekda 12
Sekda Amir Hasan saat menutup MTQ Kendari. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema selama beberapa hari terakhir di Kota Kendari resmi mereda, Selasa, 21 April 2026. Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-31 tingkat kota ditutup.

Penutupan kegiatan berlangsung dalam suasana religius, diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota  Kendari, Amir Hasan, yang menyampaikan pesan Wali Kota. Di tengah keterbatasan anggaran, pemerintah kota tetap menekankan kualitas pelaksanaan sebagai prioritas.

“MTQ ini adalah ruang pembinaan karakter dan penguatan nilai-nilai keagamaan yang harus terus berlanjut,” ungkapnya.

Dalam perhelatan tahun ini, Kecamatan Baruga tampil dominan dan keluar sebagai juara umum dengan raihan enam medali emas dan total nilai 150. Posisi kedua ditempati Kecamatan Kambu dengan selisih tipis, mengumpulkan 145 poin. Kecamatan Abeli menyusul di peringkat ketiga dengan 115 poin.

Selebihnya, persaingan berlangsung ketat di papan tengah. Kecamatan Kendari Barat berada di posisi keempat dengan 110 poin, diikuti Mandonga (85 poin), Nambo (65 poin), Kadia (55 poin), Poasia (50 poin), Wuawua (45 poin), serta Kendari dan Puuwatu yang sama-sama mengoleksi 35 poin.

Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari turut memberikan hadiah pembinaan sebagai bentuk apresiasi. Juara pertama memperoleh Rp5 juta, juara kedua Rp4 juta, dan juara ketiga Rp3 juta.

Namun, bagi pemkot, capaian itu bukan tujuan akhir. Para pemenang diproyeksikan menjadi duta Kendari pada ajang MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang akan digelar di Kabupaten Konawe, Juni mendatang.

“Kami optimistis Kendari mampu bersaing dan meraih hasil terbaik. Selama ini Kendari menjadi pusat pengembangan Al-Qur’an di Sulawesi Tenggara (Sultra),” kata Sekda Amir Hasan.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan, peserta yang belum meraih juara tidak boleh berhenti. Pengalaman di MTQ, kata dia, harus menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan di masa mendatang.

“Di tengah dinamika sosial dan perkembangan zaman, nilai-nilai Al-Qur’an harus tetap relevan sebagai pedoman hidup. Karena itu, pembinaan harus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari masyarakat,” tandasnya.

Penulis: Kadamu

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement