KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dalam semangat peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-97, generasi muda Indonesia kembali menorehkan sejarah baru. Ribuan pemuda dan pelajar dari berbagai daerah di tanah air akan berkumpul di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, untuk mendeklarasikan terbentuknya Aliansi Pemuda dan Pelajar Indonesia (AP2 Indonesia).
Deklarasi ini dipimpin langsung oleh Dewan Pembina AP2 Indonesia, La Ode Hasanuddin Kansi (LHK), tokoh muda yang dikenal aktif di bidang sosial dan kemanusiaan, khususnya di wilayah Sultra. Ia menegaskan bahwa pemilihan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober, bukan tanpa alasan.
“Sumpah Pemuda adalah simbol tekad dan persatuan anak bangsa. Hari inilah yang paling tepat untuk menandai lahirnya AP2 Indonesia sebagai gerakan moral dan sosial yang lahir dari hati nurani pemuda,” ungkapnya, Minggu (26/10/2025) malam.
Menurut Hasanuddin, deklarasi ini merupakan langkah strategis untuk memperluas peran organisasi yang selama hampir dua dekade dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial seperti sunatan massal gratis, pembagian sembako untuk masyarakat miskin, serta perhatian terhadap anak yatim dan terlantar di berbagai daerah.
“Selama hampir 20 tahun, AP2 sudah bekerja untuk masyarakat tanpa banyak bicara. Kini, saatnya kami naik ke level nasional karena perjuangan sosial tidak boleh berhenti di satu provinsi saja,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Hasanuddin menyampaikan pentingnya peran generasi muda dalam mengawal program pembangunan nasional, termasuk memastikan bahwa visi dan program pemerintahan berjalan dengan baik dan bersih.
“Kami mendukung penuh arah kebijakan nasional yang pro-rakyat, termasuk Asta Cita Prabowo–Gibran, tetapi kami juga akan mengawal agar tidak ada korupsi, penyimpangan, atau salah sasaran di lapangan. Pemuda harus jadi pengawal bangsa, bukan penonton,” ungkapnya.
Hasanuddi menegaskan, AP2 Indonesia bukan sekadar organisasi formal, melainkan gerakan moral yang berdiri di atas semangat keikhlasan.
“Kita jangan bertanya apa yang negara bisa beri pada kita. Tapi tanyakan, apa yang bisa kita berikan untuk negara. Kalau perlu, nyawa pun kita sumbangkan demi kesejahteraan rakyat Indonesia,” bebernya.
“Terlalu banyak rakyat miskin, terlalu banyak perampok uang rakyat. Sudah saatnya pemuda turun tangan memastikan pemerintahan berjalan dengan semangat good governance,” tambahnya.
Melalui deklarasi nasional ini, AP2 Indonesia berharap mampu menjadi wadah perjuangan baru bagi generasi muda bukan hanya dalam hal advokasi sosial, tetapi juga penguatan nilai kebangsaan dan integritas publik.
“Kami ingin membuktikan bahwa pemuda Indonesia bukan generasi rebahan, tapi generasi yang siap bekerja, berkarya, dan berkorban demi bangsa,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Musyawarah Nasional AP2 Indonesia, Ahmad Yahya Tikori (AYT), menegaskan bahwa AP2 Indonesia hadir sebagai wadah bagi para pemuda dan pelajar dari seluruh daerah untuk bersatu, berinovasi, dan menginspirasi.
“Momentum Sumpah Pemuda adalah saat yang paling tepat untuk menegaskan kembali peran kita sebagai garda terdepan perubahan. AP2 Indonesia bukan hanya forum, tapi ruang kolaborasi lintas daerah dan lintas pemikiran,” tandasnya.
Acara deklarasi ini juga akan dimeriahkan dengan pembacaan ikrar pemuda dan pelajar, pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 97 meter, dan orasi kebangsaan dari tokoh muda nasional. Ribuan peserta diperkirakan hadir, membawa semangat yang sama “Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa Indonesia.”
Penulis: Arsya


















Komentar