KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari terus mematangkan langkah-langkah strategis dalam rangka mengikuti penilaian Kota Sehat tahun 2025.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Teknis Penyelenggaraan Kabupaten Kota Sehat yang digelar di ruang rapat Sekretaris Daerah Kota Kendari, pada Senin (16/6/2025).
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kendari, Amir Hasan, didampingi oleh Kepala Bappeda Kota Kendari, M. Saiful, serta melibatkan lintas sektor penting, mulai dari OPD teknis, DPRD Kota Kendari, TP PKK, BPS, PDAM, BNN, hingga Kementerian Agama.
Pj Sekda Amir Hasan menegaskan bahwa pengukuhan tim Kota Sehat adalah tahapan krusial yang harus segera dirampungkan sebelum masuk ke pemenuhan indikator.
“Setelah pengukuhan tim, baru kita gas untuk pemenuhan indikator-indikator Kota Sehat. Kita tidak bisa bergerak setengah hati. Komitmen dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kota Kendari pernah mencatat prestasi sebagai kota sehat, dan semangat itu harus dijaga agar tidak terjadi kemunduran.
“Jangan sampai kita pernah dapat, lalu sekarang malah tidak dapat apa-apa. Ini soal reputasi daerah, soal kepercayaan publik terhadap komitmen kita terhadap kesehatan dan lingkungan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Amir menekankan perlunya kesiapan baik secara administratif maupun teknis, termasuk kelengkapan data, kesiapan fisik lapangan, hingga konsolidasi internal antar OPD.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Kendari, M. Saiful menyampaikan beberapa kelemahan teknis berdasarkan evaluasi terakhir yang harus segera dibenahi jika Kota Kendari ingin naik tingkat dari predikat Wiwerda menuju Wistara.
“Beberapa indikator penting masih lemah. Misalnya implementasi kawasan tanpa rokok, sanitasi lingkungan, dan kondisi pasar masih jauh dari standar penilaian nasional. Target kita adalah skor minimal 91 persen agar bisa capai Wistara,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Kota Kendari tidak mengikuti penilaian Kota Sehat pada tahun 2021 dan 2024, dan baru kembali aktif pada 2023 dengan capaian Wiwerda. Karena itu, tahun ini diharapkan menjadi momentum untuk bangkit dan melompat lebih tinggi.
“Seharusnya tahun ini kita bisa naik peringkat. Apalagi dari 12 indikator sektor pariwisata, kita sudah memenuhi 87,5 persen. Kebun Raya dan kawasan Nambo itu aset potensial yang harus kita optimalkan sebagai titik unggulan dalam penilaian,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar