KENDARI, TERASSULTRA.COM – Rapat paripurna DPRD Kota Kendari dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-195 Kota Kendari, Rabu, 6 Mei 2026, berlangsung dalam suasana reflektif. Pemerintah kota dan DPRD mengevaluasi capaian pembangunan serta tantangan yang masih membayangi ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, mengatakan perjalanan panjang Kendari hingga memasuki usia 195 tahun merupakan hasil kerja kolektif berbagai generasi yang telah membangun fondasi kota sejak awal.
“Perjalanan panjang ini adalah hasil dari kerja kolektif. Dari sebuah kawasan teluk, kini Kendari tumbuh sebagai kota jasa yang terus berkembang dan memiliki peran strategis,” ungkapnya.
Menurut dia, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Kota Kendari mencapai 5,16 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pada saat yang sama, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 4,18 persen.
Pemerintah kota juga mencatat penurunan tingkat ketimpangan pendapatan yang tercermin dari membaiknya rasio Gini. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Kendari mencapai 86,36 persen, yang dinilai mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat. Selain itu, pendapatan per kapita warga mengalami kenaikan cukup signifikan.
Meski demikian, Siska mengakui masih ada persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, terutama meningkatnya angka pengangguran terbuka yang mencapai 5,94 persen. Tingginya urbanisasi ke Kendari sebagai ibu kota provinsi menjadi salah satu faktor penyebab bertambahnya angka pencari kerja.
“Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah untuk memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Siska juga menyinggung pelaksanaan forum internasional UCLG ASPAC yang akan digelar di Kendari. Pemerintah kota, kata dia, ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional.
“Ini adalah peluang besar bagi kita untuk menunjukkan wajah Kota Kendari kepada dunia, sekaligus membuka ruang kerja sama internasional,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Kendari, LM Inarto, menegaskan pentingnya menjaga hubungan kemitraan antara legislatif dan pemerintah kota dalam menjalankan pembangunan. Sinergi yang selama ini terjalin telah memberikan dampak positif terhadap pelayanan publik dan pelaksanaan program pembangunan daerah.
“Sinergi ini harus terus dijaga agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” bebernya.
“Saya mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban kota menjelang pelaksanaan UCLG ASPAC agar Kendari tetap nyaman bagi para tamu yang datang,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar