SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekobis Pendidikan

Menguji Ilmu di Tengah Deru Alat Berat, Siswa SMKN 1 Muna Barat Kunjungi PT Wijaya Inti Nusantara

Win 5
SMKN 1 Muna Barat saat pose bersama saat melaksanakan kunjungan di PT Wijaya Inti Nusantara. Foto Arsya

KONSEL, TERASSULTRA.COM – Deru alat berat dan hamparan tanah merah di kawasan tambang Site Torobulu menjadi ruang kelas berbeda bagi 31 siswa jurusan Teknik Geologi Pertambangan SMKN 1 Muna Barat. Mereka tak lagi sekadar membedah teori di papan tulis, melainkan menyaksikan langsung denyut industri pertambangan di PT Wijaya Inti Nusantara (WIN).

Kunjungan industri yang dirangkai dengan praktik kerja lapangan (PKL) ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis industri. Para siswa diajak menelusuri setiap mata rantai proses pertambangan mulai dari preparasi sampel, pengolahan material, hingga tahap akhir pengapalan hasil tambang.

Didampingi guru pembimbing Wa Ode Naksyabandya, Sri Widyani, Muhammad Arlin, Wa Ode Ade Yusran Dewarty Bolu, dan Hasna, para siswa tampak serius mencatat dan berdiskusi dengan tim teknis perusahaan.

Wa Ode Naksyabandya mengatakan pengalaman lapangan semacam ini penting untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik.

“Kami dari pihak sekolah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT WIN yang telah memberikan ilmu dan pengalaman berharga bagi siswa kami. Kesempatan seperti ini membuka wawasan mereka tentang bagaimana industri pertambangan bekerja secara profesional,” ungkapnya.

Keterlibatan langsung siswa di lapangan akan membentuk cara pandang yang lebih komprehensif terhadap dunia kerja.

“Kami berharap ke depan sinergi ini terus berlanjut dan siswa kami kembali diberi kesempatan belajar langsung di sini,” bebernya.

Di sisi lain, pihak perusahaan menyebut kunjungan tersebut sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan komitmen pengembangan sumber daya manusia. Manager PT WIN, Nuriman Djalani, menegaskan bahwa industri tak boleh berdiri terpisah dari dunia pendidikan.

“Kehadiran kami bukan hanya untuk mengelola sumber daya alam, tetapi juga menjadi ruang belajar yang dinamis. Kami ingin para siswa memahami bahwa pertambangan modern menuntut kompetensi, teknologi, dan prinsip keberlanjutan,” paparnya.

Ia menambahkan, akses langsung terhadap praktik geologi terapan akan mempercepat kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja.

“Mereka harus melampaui teori. Lapangan adalah laboratorium sesungguhnya,” katanya.

Bagi para siswa, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam. Natalia, salah satu peserta kunjungan, mengaku baru kali ini melihat secara utuh proses pertambangan.

“Saya sangat bersyukur bisa melihat langsung kegiatan di lapangan. Selama ini kami belajar di kelas, tapi di sini kami benar-benar memahami alur kerja dan teknologi yang digunakan,” tandasnya.

 

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement