SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Menata Teluk, Kota Kendari Bersih-Bersih Bangkai Kapal Jelang Ivent Internasional

Pemkot 21
Personil TNI-Polri, Basarnas, dan OPD Pemkot Kendari saat membersihkan bangkai kapal di Teluk Kendari. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Selama bertahun-tahun, bangkai kapal menjadi pemandangan yang nyaris dianggap biasa di Teluk Kendari. Rangka besi berkarat, sebagian tenggelam, sebagian lagi terdampar, perlahan mengubah wajah pesisir menjadi ruang yang kumuh dan terabaikan.

Rabu pagi, 1 April 2026, pemandangan itu mulai berubah. Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menggelar operasi pembersihan besar-besaran di kawasan Papalimba, menargetkan 15 bangkai kapal dalam tahap kedua penataan pesisir. Sekitar 1.000 personel gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, KSOP, dan Organisasi Perangkat Daerah diterjunkan.

Apel pembuka dipimpin langsung Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran. Namun yang disorot bukan sekadar jumlah personel atau kesiapan teknis, melainkan mengembalikan fungsi teluk sebagai ruang hidup kota.

“Selama ini kita melihat sendiri bagaimana kondisi pesisir kita. Ini saatnya kita benahi, bukan hanya untuk dilihat tamu, tapi untuk kita sendiri,” jelasnya.

Kegiatan ini memang menjadi bagian dari persiapan forum internasional UCLG ASPAC yang akan berlangsung 7-9 Mei 2026. Namun, bagi Pemkot kata Siska momentum itu hanya pemicu bukan tujuan akhir.

Usai apel, para personel langsung bergerak. Di titik-titik yang telah ditentukan, pembongkaran dimulai. Suara logam dipotong, rantai ditarik, dan air laut beriak di antara serpihan kapal yang mulai diangkat.

Beberapa kapal yang selama ini menjadi bangkai kapal di teluk, perlahan dipreteli. Prosesnya tidak mudah struktur yang sudah rapuh justru membuat pembongkaran harus dilakukan dengan hati-hati.

Wali Kota Siska turut meninjau langsung jalannya kegiatan. Ia berjalan menyusuri area pesisir, berhenti di beberapa titik untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.

“Kami mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Ini kerja besar, dan tidak mungkin dilakukan tanpa kolaborasi,” ungkapnya.

Lebih jauh, Siska menegaskan bahwa pembersihan ini harus menjadi titik awal perubahan, bukan sekadar respons terhadap agenda internasional.

“Kami tidak ingin ini berhenti setelah UCLG ASPAC. Penataan lingkungan harus terus berjalan. Ini tentang masa depan kota kita,” katanya.

Ia juga menyinggung pentingnya peran masyarakat dalam menjaga hasil dari upaya tersebut.

“Kalau hanya pemerintah yang bergerak, tidak akan cukup. Kita butuh kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement