KENDARI, TERASSULTRA.COM – Menandai tonggak 100 hari masa kepemimpinannya, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran meluncurkan layanan darurat 112, yang menjadi bagian dari sistem nasional Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD).
Peresmian yang berlangsung di Ballroom Hotel Claro Kendari, Rabu (11/6/2025), dihadiri ribuan peserta dari berbagai unsur, termasuk para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), aparat keamanan, relawan kebencanaan, serta tokoh masyarakat.
Sejumlah pejabat penting dari pusat dan daerah turut hadir memberikan dukungan, seperti Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri Prof. Akmal Malik, Perwakilan Dirjen Infrastruktur Digital Kementerian Kominfo Aam Sofyan, Sekda Sultra Asrun Lio, Wakil Wali Kota Kendari Sudirman, serta Ketua DPRD LM. Inarto.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran menyebut bahwa peluncuran layanan 112 merupakan komitmen nyata pemerintah daerah untuk menghadirkan sistem respon cepat terhadap situasi darurat, mulai dari bencana alam, kecelakaan, kebakaran, hingga gangguan keamanan dan kesehatan.
“Peluncuran 112 bukan sekadar simbolik. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional kami dalam melindungi setiap jiwa warga Kendari. Ketika keselamatan dan nyawa menjadi taruhan, negara harus hadir, dan layanan 112 adalah jawabannya,” tegasnya.
Nomor 112 yang kini aktif di Kendari merupakan bagian dari sistem nasional yang dikelola oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Layanan ini dapat diakses oleh masyarakat secara gratis (bebas pulsa), bahkan dalam kondisi ponsel terkunci atau tanpa pulsa sekalipun.
“Ini adalah salah satu fitur terkuat dari layanan 112. Siapa pun, kapan pun, dalam kondisi apa pun bisa mengakses bantuan darurat. Tidak ada alasan untuk tidak mendapatkan pertolongan,” jelasnya.
Peluncuran layanan 112 ini juga menjadi salah satu capaian unggulan dalam ekspose 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kendari. Pemkot menargetkan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan yang cepat, tetapi juga mengalami perubahan nyata dalam kualitas hidup dan rasa aman di lingkungannya.
“Kami ingin menghadirkan pemerintahan yang responsif, bukan reaktif. Pemerintahan yang hadir lebih dulu sebelum warganya meminta tolong. Dan inilah semangat yang kami bawa melalui 112,” ungkap Siska Karina Imran.
Dengan kehadiran layanan darurat ini, Kendari meneguhkan dirinya sebagai salah satu kota di Sultra yang aktif mendorong digitalisasi layanan publik dan memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi situasi krisis.
“Transformasi layanan publik tak hanya soal digitalisasi, tapi bagaimana teknologi bisa menyelamatkan nyawa. Dan 112 adalah representasi dari itu,” tutupnya.
Sebelum layanan ini resmi beroperasi, Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Kendari telah lebih dulu menggelar serangkaian pelatihan dan bimbingan teknis (Bimtek) kepada OPD terkait. Kegiatan ini mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan infrastruktur jaringan, hingga penyusunan Standard Operating Procedure (SOP) agar sistem berjalan efektif dan efisien.
“Sistem ini bekerja secara terintegrasi. Laporan dari warga akan langsung masuk ke operator call center, kemudian diteruskan ke dispatcher yang akan menghubungi instansi terkait seperti kepolisian, pemadam kebakaran, hingga layanan kesehatan,” tandas Kepala Dinas Kominfo Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda.
Penulis: Andri


















Komentar