KENDARI, TERASSULTRA.COM – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Lapuko memperketat pengawasan arus mudik Lebaran 2026 dengan menempatkan keselamatan pelayaran sebagai prioritas utama. Lonjakan pergerakan orang, kendaraan, dan barang di jalur laut menjadi fokus pengawasan selama periode mudik.
Kepala KUPP Lapuko, Nurbaya, mengatakan seluruh aktivitas penyeberangan wajib memenuhi standar kelaiklautan dan keselamatan kapal sebelum diizinkan berlayar.
“Kami fokus memastikan keselamatan pelayaran tetap terjaga. Tidak boleh ada toleransi terhadap kapal yang tidak memenuhi standar,” jelasnya, Rabu (18/3/2026).
Ia menjelaskan, titik pergerakan paling padat di wilayah kerjanya berada di Pelabuhan Torobulu dan Pelabuhan Amolengo. Dua pelabuhan ini menjadi simpul utama mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran di Sulawesi Tenggara (Sultra).
Menurut Nurbaya, pengawasan tidak hanya menyasar kesiapan kapal, tetapi juga perilaku penumpang. Ia menekankan pentingnya disiplin, terutama bagi pemudik yang membawa kendaraan ke atas kapal.
“Penumpang wajib mengosongkan kendaraan dan mematikan mesin selama pelayaran. Setelah itu, mereka harus berada di ruang penumpang demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Selain pengaturan penumpang, pihaknya juga memastikan seluruh kapal dilengkapi alat keselamatan sesuai ketentuan. Bahkan, jumlah alat penolong disiapkan melebihi kapasitas penumpang sebagai langkah antisipasi.
“Perlengkapan keselamatan kami pastikan tersedia minimal 125 persen dari kapasitas, termasuk untuk anak-anak. Ini bagian dari mitigasi risiko,” ungkapnya.
Untuk itu kata Nurbaya kepatuhan terhadap arahan petugas pelabuhan dan awak kapal menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan pelayaran. Tanpa disiplin kolektif, kata dia, potensi risiko di laut akan sulit ditekan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk mengikuti seluruh instruksi petugas. Keselamatan itu tanggung jawab bersama,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar