KENDARI, TERASSULTRA.COM – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IIA Kendari secara resmi melepas pelayaran perdana KM Kapal Latih Barombang yang menggantikan KM Sabuk Nusantara 45 dalam melayani rute pelayaran perintis di wilayah Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan. Acara pelepasan yang berlangsung pada Kamis (23/1/2025) ini juga dirangkaikan dengan penandatanganan kontrak operasional kapal tersebut.
KM Kapal Latih Barombang, yang berkapasitas 120 penumpang, akan melayani rute strategis yang menghubungkan berbagai wilayah pesisir dan kepulauan di dua provinsi, yakni rute Kendari – Wanci – Usuku (Tomia) – Popalia (Binongko) – Batauga – Baubau – Liana Banggai – Talaga – Sikele – Pomalaa – Bulukumba. Rute ini diharapkan dapat memberikan akses transportasi yang lebih baik bagi masyarakat di wilayah terpencil serta meningkatkan konektivitas antar-pulau.
Kepala KSOP Kelas IIA Kendari, Capt Raman mengatakan bahwa KM Kapal Latih Barombang akan beroperasi dengan estimasi waktu perjalanan selama 12 hari untuk satu kali pelayaran penuh. Kehadiran kapal ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal transportasi laut yang andal dan terjangkau.
“Kapal ini akan melayani masyarakat dari Sultra hingga Sulsel dengan jadwal yang telah disusun secara efisien. Kami berharap kehadiran Kapal Latih Barombang dapat meningkatkan mobilitas masyarakat serta mendukung perekonomian di wilayah-wilayah yang dilewati,” beber Capt Raman.
Dengan kehadiran KM Kapal Latih Barombang, diharapkan konektivitas antar-pulau di Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Selatan dapat berjalan dengan lebih lancar, serta berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Pelayaran perintis seperti ini menjadi bagian dari program strategis pemerintah dalam memperkuat konektivitas maritim, terutama di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau oleh moda transportasi lainnya,” tutupnya.
Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Ditjen Perhubungan Laut, Sidrotul Muntaha menjelaskan bahwa kontrak operasional KM Kapal Latih Barombang telah disepakati dengan masa berlaku mulai Januari hingga Desember 2025. Kontrak ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat layanan transportasi laut di daerah terpencil dan terluar.
Sidrotul juga menambahkan bahwa sebelumnya, kapal ini beroperasi di bawah pelayaran perintis R71 melalui pangkalan di Ambon. Namun, pada tahun ini, Ditjen Perhubungan Laut melakukan pengalihan pangkalan dari Ambon ke Kendari untuk memperkuat akses pelayaran di Sulawesi Tenggara.
“Pengalihan pangkalan ini merupakan bagian dari strategi optimalisasi pelayanan transportasi laut, sehingga masyarakat di Sulawesi Tenggara mendapatkan layanan yang lebih baik dan merata,” jelasnya.
Kehadiran KM Kapal Latih Barombang diharapkan dapat memberikan layanan transportasi laut yang lebih maksimal bagi masyarakat. Selain menjadi sarana mobilitas, kapal ini juga diharapkan dapat mendukung distribusi logistik ke daerah-daerah terpencil yang masih bergantung pada transportasi laut.
“Kami berharap kapal ini dapat berfungsi secara maksimal dalam melayani masyarakat, baik dari segi kapasitas angkut maupun kelancaran operasionalnya. Dengan adanya kapal ini, masyarakat di wilayah kepulauan bisa mendapatkan akses yang lebih baik dalam mobilitas maupun distribusi barang,” tambah Sidrotul.
Penulis: Andri


















Komentar