SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Pemkot Kendari

Kota Kendari Matangkan Persiapan Menuju Verifikasi Kota Layak Anak 2025

FB IMG 1748311952752
Pemkot Kendari mematangkan persiapan menghadapi verifikasi Kota Layak Anak (KLA) tahun 2024–2025. Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus mematangkan persiapan menghadapi verifikasi Kota Layak Anak (KLA) tahun 2024–2025.

Salah satu langkah strategis dilakukan lewat Rapat Koordinasi Gugus Tugas KLA yang digelar di Ruang Samaturu, Balai Kota Kendari, Senin (26/5/2025), dan dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Kendari, Amir Hasan.

Amir Hasan menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan peran aktif seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam melengkapi indikator penilaian. Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Kota Layak Anak bukan hanya capaian administratif, tetapi bentuk tanggung jawab moral terhadap generasi masa depan.

“Saya minta para camat dan OPD terkait all out mendukung proses ini. Kegiatan ini bukan hanya untuk meraih penghargaan, tapi menunjukkan komitmen kita mewujudkan Kendari sebagai kota yang ramah dan aman bagi anak,” tegasnya.

Rapat koordinasi ini menjadi ajang konsolidasi antarinstansi untuk menyelaraskan langkah menuju penilaian KLA. DP3A memaparkan secara rinci lima klaster indikator yang akan menjadi fokus penilaian, yakni: Hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, Kesehatan dasar dan kesejahteraan, Pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya dan Perlindungan khusus.

Setiap indikator dijabarkan langsung oleh OPD teknis yang bertanggung jawab, sekaligus dibahas strategi pemenuhannya. Salah satu tantangan yang mencuat dalam diskusi adalah lemahnya integrasi data anak lintas instansi dan minimnya ruang bermain anak yang memenuhi standar ramah anak.

“Kami mendorong keterlibatan aktif masyarakat, termasuk anak-anak, dalam proses pembangunan yang inklusif. Anak-anak berhak bersuara dan terlibat dalam kebijakan yang menyangkut kehidupan mereka,” ujar Kepala DP3A Kota Kendari, Rahmawati.

Tak hanya itu, aspek pencegahan kekerasan terhadap anak, baik di lingkungan sekolah, rumah, maupun ruang publik, menjadi isu krusial. Menurut Rahmawati, penguatan peran Satuan Tugas Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) menjadi salah satu solusi yang akan dikedepankan.

Sebagai bentuk kesiapan, evaluasi mandiri Kota Layak Anak akan dilaksanakan serentak pada 10 Juni 2025 mendatang secara hybrid oleh tim verifikasi KLA dari pusat. Kota Kendari menargetkan peningkatan peringkat dari kategori Madya ke Nindya, atau bahkan Utama, dalam hasil penilaian tahun ini.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement