SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita

Komisioner KPU RI Resmikan Aula Epsilon di Wakatobi, Tekankan Pentingnya Data Pemilih Bersih Menuju Pemilu Berkualitas

KPU 4
Pose bersama usai dilaksanakan peresmian aula kantor KPU Wakatobi. Foto Arsya

WAKATOBI, TERASSULTRA.COM – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI), Betty Epsilon Idroos, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (19/12/2025).

Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda strategis nasional KPU dalam memperkuat infrastruktur kelembagaan sekaligus memastikan kualitas data pemilih menjelang tahapan pemilu berikutnya.

Setibanya di Bandara Matahora, Betty disambut jajaran KPU Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan KPU Kabupaten Wakatobi. Suasana penyambutan berlangsung hangat, mencerminkan sinergi antara KPU pusat dan daerah dalam menjaga profesionalitas penyelenggaraan pemilu.

Salah satu agenda utama kunjungan tersebut adalah peresmian Aula Epsilon, fasilitas baru di Kantor KPU Kabupaten Wakatobi. Aula ini diharapkan menjadi ruang strategis bagi konsolidasi, koordinasi, dan peningkatan kapasitas penyelenggara pemilu di daerah kepulauan tersebut.

“Aula ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat kualitas kerja dan pelayanan KPU kepada publik,” ungkap Betty.

Ia menegaskan bahwa keberadaan fasilitas yang memadai akan berdampak langsung pada kinerja penyelenggara pemilu di tingkat daerah.

Selain peresmian aula, Betty juga memimpin Rapat Evaluasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2025. Dalam forum tersebut, ia memberikan apresiasi khusus kepada KPU Provinsi Sultra atas capaian signifikan dalam menjaga akurasi dan kebersihan data pemilih.

Betty mengungkapkan bahwa secara nasional, KPU mencatat kemajuan besar dalam validasi data pemilih.

“Saat ini, kami sudah tidak menemukan lagi Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun Nomor Kartu Keluarga (NKK) yang invalid dalam sistem data pemilih,” katanya.

Tak hanya itu, masalah data ganda yang selama ini menjadi tantangan utama juga berhasil ditekan secara drastis. Dari total sekitar 209 juta pemilih, jumlah data ganda yang sebelumnya mencapai 1.800 kini menyusut tajam hingga hanya 18 data pemilih

“Ini bukan pekerjaan instan. Hasil ini lahir dari pola kerja yang semakin tertata, disiplin, dan sistematis di seluruh jajaran penyelenggara pemilu,” beber Betty.

Menurutnya, capaian KPU Sultra menjadi contoh penting bagaimana kerja kolaboratif antara pusat dan daerah mampu menjaga integritas daftar pemilih. Data pemilih yang bersih dan akurat, lanjut Betty, merupakan fondasi utama bagi terselenggaranya pemilu yang jujur, adil, dan berkualitas.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement