MUNA BARAT, TERASSULTRA.COM – Estimasi nilai kerusakan Dermaga Bangko di Kabupaten Muna Barat sebesar Rp97,5 juta menuai kritik. Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Muna Barat menilai angka tersebut prematur, menyesatkan, dan berpotensi mengaburkan akar persoalan yang lebih serius dalam proyek senilai Rp3,3 miliar tersebut.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Sultra menyatakan bahwa kerusakan hanya terjadi pada satu segmen tambatan perahu, dengan nilai perbaikan diperkirakan Rp97,5 juta. Nilai itu disebut sangat kecil dibanding total anggaran proyek yang bersumber dari APBD Sulawesi Tenggara tahun 2024.
Namun Bupati LIRA Muna Barat, Deddy Walengke, menilai estimasi tersebut tidak layak dijadikan rujukan publik tanpa kajian teknis menyeluruh dan audit struktural independen.
“Penilaian senilai Rp97 juta itu terlalu dini. Harus ada uji struktur, analisa desain, dan penelusuran teknis: apakah kerusakan akibat buruknya material, kesalahan perencanaan, atau pelaksanaan yang tak sesuai spesifikasi. Kalau tidak dilakukan, kita sedang menormalisasi potensi kegagalan struktur,” tegasnya, Rabu (30/7/2025).
Ia menyebut, temuan lapangan menunjukkan indikasi kerusakan tidak hanya pada lantai beton, tetapi juga pada penyangga utama dermaga. Struktur bawah dermaga diduga mengalami keausan atau kegagalan sambungan yang berdampak sistemik.
“Estimasi teknis kami, satu bentang rusak bisa menelan biaya Rp10–15 juta. Kalau lebih dari satu bentang terdampak, nilainya tentu jauh lebih besar. Tapi yang lebih penting: kenapa struktur ini bisa rusak dalam waktu kurang dari setahun,” kata Deddy.
Tak hanya itu, ia menekankan jika proyek ini masih dalam masa pemeliharaan, maka tanggung jawab kontraktor bukan hanya melakukan perbaikan, tetapi juga memberikan klarifikasi penyebab kerusakan.
Untuk itu, pihaknya mendesak Kejaksaan Tinggi Sultra agar tetap melanjutkan proses penyelidikan terhadap proyek senilai Rp3,3 miliar tersebut. Deddy menilai, estimasi Rp97,5 juta tidak boleh menjadi dalih untuk mengabaikan potensi kerugian negara.
“Jangan sampai publik dibingungkan oleh angka kecil di permukaan, sementara kerusakan sistemik dibiarkan tersembunyi di bawah permukaan,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar