KENDARI, TERASSULTRA.COM – Kerajaan Muna disebut sebagai Barata Kesultanan Buton oleh salah satu tokoh yang dimuat di salah satu media online.
Atas dasar itu, Presiden Persatuan Masyarakat Muna (PMMI) La Ode Riago angkat bicara. Ia menolak dan mengklarifikasi adanya pihak yang menyebut Kerajaan Muna sebagai Barata dari Kesultanan Buton.
“Kami atas nama masyarakat Muna yang terhimpun dalam organisasi PMMI keberatan dan menolak serta klarifikasi atas pemberitaan yang menyebutkan Kerajaan Muna sebagai Barata Kesultanan Buton,” tegas La Ode Riago kepada media ini, Senin (6/5/2024).
Dalam kesempatan itu, La Ode Riago menjelaskan bahwa kehadiran PMMI di Kota Baubau hanya memenuhi undangan dari pihak Kesultanan Buton dalam acara mengenang berpulangnya Almarhum Yang Mulia (YM) Sultan Buton, bukan membahas persiapan pelantikan Sultan Buton yang baru apalagi mewakili Kerajaan Muna sebagai Barata dari Kesultanan Buton.
“Saya selaku Presiden PMMI dan atas nama pribadi sebagai orang Muna sangat keberatan dan tidak menerima atas penyebutan barata, yang bisa memecah belah persaudaraan, kerukunan masyarakat muna buton, dan masyarakat Sultra umumnya,” tegas La Ode Riago.
Terkait hal ini, La Ode Riago mengaku sudah bertemu dan meminta pihak panita dan Kesultanan Buton dan pihak lain serta sepakat untuk meralat pernyataan dan mengklarifikasi di media atas pernyataan mendiskreditkan dengan menyebut Kerajaan Muna sebagai Barata Buton.
“Kami juga sudah bertemu dan minta pihak panita dan Kesultanan Buton dan pihak lain untuk sepakat meralat pernyataan, mengklarifikasi di media atas pernyataan mendiskreditkan menyebut Kerajaan Muna Barata Buton,” tandasnya
Hal senada juga disampaikan salah seorang masyarakat Muna, Basri Matta. Dikatakannya bahwa Kerajaan Muna berdiri sendiri begitupun dengan Buton.
“Pada dasarnya kami sebagai masyarakat Muna menolak ketika disebut Muna sebagai Barata dari Kesultanan Buton,” tutupnya.
Penulis: Andri


















Komentar