KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi meluncurkan Kios Pangan Digital sebagai terobosan baru dalam pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan.
Inovasi ini dicanangkan dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Perwakilan BI Sultra, Selasa (12/8/2025).
Kegiatan itu dihadiri Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Kepala Perwakilan BI Sultra Edwin Permadi, Kepala BPS, Kepala Bulog, sejumlah pimpinan OPD, serta pelaku usaha sektor pangan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Kendari Siska Karina Imran memaparkan kondisi inflasi di Kota Kendari pada Juli 2025 yang tercatat sebesar 2,82 persen year on year dan 1,1 persen secara bulanan.
“Meskipun inflasi bulanan sedikit turun, secara akumulatif angka ini masih tergolong tinggi. Kenaikan harga bukan hanya terjadi pada satu komoditas, tetapi pada berbagai bahan pokok, bahkan emas dan perhiasan,” tegasnya.
Ia menekankan, pengendalian inflasi adalah tanggung jawab pemerintah, khususnya dalam memastikan harga bahan pokok tetap stabil.
“Sesuai arahan Presiden, tidak boleh ada kenaikan harga yang tidak terkendali, terutama untuk pangan,” bebernya.
Selain itu, Wali Kota Siska Karina Imran mengaku bahwa Kendari masih belum sepenuhnya swasembada pangan.
“Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah memang masih ada, tapi sudah jauh berkurang. Insya Allah pada 2026, lahan pertanian seluas 12 hektare di Nanga-Nanga akan kami optimalkan,” tutupnya.
Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menilai digitalisasi kios pangan ini sebagai langkah strategis yang dapat menjadi game-changer dalam menjaga stabilitas harga.
“Dengan sistem digital, distribusi pangan akan lebih transparan, efisien, dan terpantau. Masyarakat juga bisa mengakses informasi harga secara real-time, sehingga tidak ada ruang bagi spekulasi harga,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar