SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita News

Kapal KM Alif Berkah 01 Kandas di Perairan Bokori, Seluruh Penumpang Selamat

IMG 20250611 WA0022
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lapuko, Nurbaya saat memberikan keterangan. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Musibah kandasnya kapal penumpang KM Alif Berkah 01 GT 91 di perairan sekitar Pulau Bokori, Selasa malam (10/6/2025), sempat memicu kepanikan di antara para penumpang. Namun berkat respons cepat dari tim terpadu, insiden tersebut berhasil diatasi tanpa menimbulkan korban jiwa.

Kapal yang tengah berlayar dari Langara menuju Kendari itu mengalami kendala navigasi akibat cuaca buruk. Menurut Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Lapuko, Nurbaya kapal keluar dari jalur pelayaran karena dihantam angin kencang.

“Pengaruh cuaca menjadi faktor utama. Kapal keluar dari jalur, tepatnya di bagian kanan, dan akhirnya kandas di sekitar perairan Bokori,” ungkap Nurbaya saat dikonfirmasi.

Nurbaya memastikan bahwa seluruh penumpang kapal dalam keadaan selamat dan telah mendapatkan bantuan evakuasi dengan baik. Penanganan dilakukan secara cepat oleh tim terpadu yang terdiri dari unsur KSOP, pihak pelabuhan, hingga instansi terkait lainnya.

“Alhamdulillah, penanganan berjalan baik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,” tuturnya.

Menurutnya, pihak Jasa Raharja juga telah melakukan pengecekan terhadap kondisi para penumpang, dan tidak ditemukan adanya luka serius atau gangguan kesehatan.

“Kami juga sudah memastikan manifes dan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) kapal. Semua lengkap dan dalam kondisi tertib,” tambahnya.

Nurbaya menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperkuat edukasi keselamatan pelayaran, baik kepada operator kapal penumpang maupun nelayan. Ia menilai, kecelakaan laut seringkali tidak bisa diprediksi, tetapi bisa diminimalkan jika aspek keselamatan dijunjung tinggi.

“Kami dari KSOP tidak menunggu kejadian untuk memberikan edukasi. Sosialisasi keselamatan adalah hal yang terus kami lakukan. Karena kecelakaan itu tidak mengenal waktu,” jelasnya.

Meski tidak menimbulkan korban, pihak KSOP akan tetap melakukan investigasi awal untuk mengetahui penyebab teknis dan kemungkinan pelanggaran prosedur dalam insiden tersebut. Hasilnya akan dilaporkan ke Kementerian Perhubungan sebagai otoritas tertinggi dalam urusan pelayaran nasional.

“Kami akan lakukan pemeriksaan pendahuluan. Sanksi terhadap kapal akan ditentukan setelah investigasi selesai,” tandas Nurbaya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement