SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Kantor Camat Puuwatu Hadirkan Pojok Bermain dan Ruang ASI untuk Warga

Camat Puuwatu
Pojok bermain di Kantor Camat Puuwatu. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Suasana di Kantor Camat Puuwatu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tak lagi sepenuhnya identik dengan antrean administrasi yang kaku.

Di satu sudut ruangan, anak-anak tampak bermain, sebagian lain membuka buku bergambar. Sementara itu, para orang tua tetap mengurus dokumen tanpa harus terganggu oleh kerepotan mengawasi buah hati mereka.

Pojok bermain itu bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari upaya pemerintah kecamatan mengubah wajah pelayanan publik menjadi lebih ramah.

Camat Puuwatu, Sainul Latief, mengatakan inovasi tersebut lahir dari kondisi yang kerap ditemui setiap hari, warga datang mengurus administrasi sambil membawa anak kecil. Dalam situasi itu, proses pelayanan kerap tersendat, baik bagi warga maupun petugas.

“Kami melihat langsung bagaimana masyarakat datang dengan anak-anaknya. Kadang anaknya rewel, orang tua jadi tidak fokus, petugas juga ikut terdistraksi. Dari situ kami berpikir, kenapa tidak disiapkan ruang yang membuat semuanya lebih nyaman,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon whatsappnya.

Dari pengamatan itu, lahirlah “Pojok Bermain” yang merupakan sbuah ruang sederhana yang dirancang agar anak-anak tetap memiliki aktivitas selama orang tua mereka berurusan di kantor camat. Area ini dibuat terbuka dan mudah diawasi, sehingga orang tua tetap merasa tenang.

Namun, inovasi itu tak berhenti di sana. Pemerintah Kecamatan Puuwatu juga menyiapkan perpustakaan mini dengan koleksi bacaan ringan untuk anak-anak hingga remaja.

Di sisi lain, tersedia pula pojok ASI bagi ibu menyusui, sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan dasar warga yang selama ini kerap terabaikan di ruang-ruang pelayanan publik.

“Kami ingin memastikan bahwa kantor camat ini bukan tempat yang membuat orang stres, tetapi justru nyaman. Bahkan untuk ibu menyusui, kami siapkan ruang khusus agar privasinya tetap terjaga,” ungkap Sainul Latief.

Menurut dia, pendekatan pelayanan seperti ini menjadi penting, terutama di tingkat kecamatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Kenyamanan, kata dia, bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian dari kualitas pelayanan itu sendiri.

Langkah kecil yang dilakukan Kantor Camat Puuwatu ini menunjukkan pergeseran cara pandang dalam birokrasi dari sekadar melayani urusan administrasi menjadi menghadirkan pengalaman pelayanan yang lebih inklusif.

“Kalau masyarakat merasa nyaman, urusan mereka juga lebih cepat selesai. Pada akhirnya, kepercayaan kepada pemerintah juga meningkat,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement