SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Jumat Berakhlak, Pemkot Kendari Tekankan Integritas ASN dalam Melayani Warga

Amir 14
Sekda Amir Hasan saat membacakan sambutan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dalam Jumat berakhlak, Jumat (28/8/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mendorong aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya profesional dalam bekerja, tetapi juga berintegritas dan berakhlak.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Jumat Berakhlak di Aula Samaturu Balai Kota Kendari, Jumat, 28 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti Sekretaris Daerah Kota Kendari Amir Hasan, Asisten I, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta ASN lingkup Pemerintah Kota Kendari.

Dalam sambutan Wali Kota Kendari Siska Karina Imran yang dibacakan Amir Hasan, Jumat Berakhlak disebut sebagai upaya memperkuat kehidupan spiritual dan moral ASN. Penguatan karakter dinilai penting untuk membentuk aparatur yang mampu menjalankan tugas secara profesional sekaligus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

“Kita ingin membangun ASN yang tidak hanya memiliki kemampuan dan profesionalitas dalam bekerja, tetapi juga memiliki iman, ketakwaan, akhlak, integritas dan kepedulian terhadap masyarakat,” ungkapnya.

Siska mengatakan keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari banyaknya program yang dijalankan. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana program tersebut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk melalui kualitas pelayanan publik.

Untuk itu, Jumat Berakhlak diharapkan menjadi ruang bagi ASN untuk melakukan introspeksi, memperbaiki sikap, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Menurut Siska, nilai-nilai yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak boleh berhenti di lingkungan Balai Kota. Nilai itu harus diterapkan dalam pekerjaan, ruang pelayanan, kehidupan bermasyarakat hingga lingkungan keluarga.

“ASN merupakan wajah pemerintah di hadapan masyarakat. Masyarakat mungkin tidak mengetahui seluruh aturan dan prosedur pemerintahan, tetapi mereka dapat merasakan bagaimana sikap dan perilaku ASN ketika memberikan pelayanan,” katanya.

Siska meminta ASN menjadikan akhlak sebagai bagian dari standar pelayanan publik. Pelayanan yang baik dapat dimulai dari hal sederhana, seperti menyambut masyarakat dengan senyum, menjawab pertanyaan dengan sopan, memberikan penjelasan yang mudah dipahami, hingga membantu mencari solusi sesuai aturan.

Hal tersebut secara khusus ditujukan kepada para lurah yang menjadi ujung tombak pemerintah dalam memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Siska membagikan pengalamannya saat masih menjabat sebagai lurah. Ia menekankan pentingnya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui sikap ramah, sederhana, dan menghargai setiap warga.

Ia berharap ASN Pemkot Kendari mampu menjadi teladan, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

“Mari kita mulai perubahan dari diri kita sendiri, dari unit tempat kerja kita, dari pelayanan yang kita berikan kepada masyarakat,” tutupnya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah oleh Ustaz Dr. H. Musadar Mappasomba. Dalam tausiyahnya, Musadar mengajak ASN kembali merenungkan tujuan hidup serta memandang pekerjaan dan jabatan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Ketenangan hidup dapat dibangun dengan memperbaiki niat dan menjalankan ikhtiar secara sungguh-sungguh. Adapun hasilnya harus diterima sebagai bagian dari ketentuan Allah SWT.

“Perbaiki niat, usaha sungguh-sungguh, dan itu saya nilai sebagai ibadah. Hasilnya, saya akan berikan yang terbaik menurut ilmu-Ku yang Maha Tahu, Maha Bijaksana dan Maha Kuasa,” bebernya.

Ia mengatakan inti ajaran agama tidak terlepas dari akhlak. Manusia, kata dia, pada dasarnya menginginkan kebahagiaan, kemuliaan, dan keselamatan dalam kehidupan.

Karena itu, seluruh potensi yang dimiliki manusia, mulai dari harta, ilmu, usia, pangkat hingga jabatan, semestinya digunakan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.

Musadar menegaskan jabatan ASN bukan sekadar posisi administratif, melainkan sarana untuk memperluas manfaat sekaligus menjadi ladang amal.

“Rugi kita selama jadi lurah tidak bernilai ibadah. Rugi kita selama beraktivitas jadi pejabat sampai 60 tahun tidak ada ibadah kita, kalau kita tidak niatkan dengan benar bahwa di sinilah saya bisa bermanfaat,” paparnya.

Tak hanya itu, ia mengingatkan ASN agar tidak menjadikan gaji, tunjangan dan fasilitas sebagai tujuan utama dalam bekerja. Semua itu, kata Musadar, merupakan konsekuensi dari pekerjaan, sedangkan tujuan utama seorang ASN adalah menjalankan amanah dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Khairunnas anfa’uhum linnas, sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya terhadap sesamanya manusia,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement