SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita

JMSI Sultra Talk, Bedah Tantangan Ekonomi hingga Dorong UMKM Naik Kelas

Jmsi 14
JMSI Sultra saat melaksanakan rapat dalam rangka memperiapkan penyelenggaraan JMSI Sultra Talk. Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menyiapkan ruang diskusi strategis lintas sektor melalui JMSI Sultra Talk Bincang Ekonomi.

Diketahui, JMSI Talk merupakan sebuah forum yang dirancang untuk membedah kondisi terkini sekaligus merumuskan arah ekonomi daerah ke depan.

JMSI mencoba mempertemukan pemerintah, otoritas keuangan, pelaku usaha, hingga komunitas UMKM dalam satu meja, guna mengurai persoalan ekonomi daerah, dari ketergantungan sektor tertentu hingga penguatan daya saing lokal.

Ketua Pengda JMSI Sultra, Adhi Yaksa Pratama, mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari JMSI Talk sebelumnya yang menyoroti ekosistem media digital.

“Kali ini fokus kita bergeser ke isu ekonomi daerah. JMSI ingin mengambil peran sebagai penghubung gagasan, bukan hanya pemberi informasi,” jelasnya, Sabtu, 11 April 2026.

Menurut Adhi, dinamika ekonomi Sultra saat ini membutuhkan ruang dialog yang lebih terbuka dan solutif. Ia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk menghadapi tekanan global sekaligus mengoptimalkan potensi lokal.

“Sultra punya sumber daya besar, tapi tantangannya juga tidak kecil. Kita ingin forum ini melahirkan perspektif baru, bahkan jika perlu, rekomendasi konkret bagi pengambil kebijakan,” ungkapnya.

Perlu diketahui tambahnya sejumlah pemangku kepentingan telah dijadwalkan hadir sebagai narasumber, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Sultra, otoritas perbankan seperti Bank Indonesia Perwakilan Sultra, Bank Sultra, serta lembaga statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra.

Selanjutnya, unsur dunia usaha seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), hingga pelaku UMKM juga akan ambil bagian dalam diskusi tersebut.

Pada dasarnya kata Adhi, JMSI ingin memastikan setiap diskursus yang dibangun tidak berhenti pada wacana.

“Kita ingin ada dampak. Minimal ada gagasan yang bisa ditindaklanjuti. Karena pada akhirnya, ekonomi daerah harus tumbuh bersama inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.

Ketua panitia, Mirkas, mengatakan bahwa forum ini sengaja dirancang tidak kaku agar mampu menjembatani ide-ide besar dengan realitas di lapangan.

“Kami menginginkan diskusinya harus hidup, tajam, dan menyentuh persoalan riil yang dihadapi pelaku usaha, khususnya UMKM,” jelasnya.

Sebagai bagian dari upaya mengangkat ekonomi kerakyatan, kegiatan ini juga akan dirangkaikan dengan mini pameran UMKM lokal. Produk-produk unggulan daerah akan dipamerkan sekaligus dipasarkan langsung kepada pengunjung.

“UMKM tidak hanya jadi objek pembahasan, tapi juga subjek utama. Mereka kita beri ruang untuk tampil, berjejaring, dan tentu saja meningkatkan penjualan,” tandasnya.

Rencananya, JMSI Sultra Talk Bincang Ekonomi akan digelar pada Senin, 22 Juni 2026 di Kota Kendari.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement