BANTEN, TERASSULTRA.COM – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) memanfaatkan momentum hari ulang tahun ke-6 untuk memperkuat konsolidasi nasional sekaligus merumuskan agenda strategis organisasi di tengah perubahan cepat industri media digital.
Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) JMSI yang digelar di Kafe Jalu, Banten, Sabtu, 7 Februari 2026.
Rakornas dipimpin langsung oleh Ketua Umum JMSI Teguh Santosa bersama Sekretaris Jenderal Rahiman Doni, serta dihadiri pengurus daerah dari berbagai provinsi.
Ketua Umum JMSI Teguh Santosa menegaskan bahwa JMSI harus menjadi wadah bersama yang mampu menyatukan visi media siber nasional agar tetap profesional dan berkelanjutan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
“JMSI harus hadir sebagai rumah besar media siber yang profesional, mandiri, dan berdaya saing. Konsolidasi ini bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi langkah strategis menghadapi tantangan besar media digital,” jelasnya.
Tantangan media siber saat ini tambahnya bukan hanya soal persaingan bisnis, tetapi juga derasnya arus informasi yang menuntut kualitas jurnalisme yang kredibel, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Tak hanya itu, Teguh juga menekankan pentingnya peran media siber dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pemberitaan yang berimbang serta mampu menjadi rujukan informasi masyarakat.
“Media harus menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya. Karena itu, JMSI ingin memastikan anggotanya terus meningkatkan profesionalisme dan berkontribusi dalam menjaga ekosistem demokrasi yang sehat,” katanya.
Dengan demikian, ia menegeskan bahwa JMSI harus menjadi pionir dalam mendorong pola kemitraan antara pemerintah dan media yang lebih profesional, transparan, serta berorientasi pada penguatan ekosistem pers nasional.
“Kami ingin memastikan media siber tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh sehat, profesional, dan berkontribusi nyata bagi demokrasi Indonesia,” tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal JMSI Rahiman Doni menjelaskan bahwa Rakornas membahas sejumlah agenda prioritas organisasi, mulai dari penguatan kemitraan kelembagaan, pengembangan model ekonomi media, hingga peningkatan kapasitas anggota di berbagai daerah.
Salah satu program strategis yang dibahas adalah rencana kerja sama dengan Kementerian HAM RI melalui penyelenggaraan seminar hak asasi manusia di tingkat pusat maupun daerah.
Program ini diharapkan dapat memperkuat perspektif HAM dalam praktik jurnalisme media siber.
“Media siber memiliki tanggung jawab besar dalam menyuarakan isu HAM secara objektif dan edukatif. Karena itu, JMSI ingin memastikan anggota memiliki kapasitas yang memadai dalam meliput isu-isu sensitif secara profesional,” jelas Rahiman.
Selain itu, Rahiman menambahkan bahwa JMSI juga merancang pembentukan koperasi anggota bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UMKM. Inisiatif tersebut diharapkan menjadi solusi untuk memperkuat kemandirian ekonomi perusahaan media siber di tengah tantangan model bisnis digital yang semakin kompetitif.
Untuk diketahui, dalam Rakornas itu juga dibahas penjajakan kerja sama dengan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dalam rangka publikasi dan edukasi publik menjelang Pemilu 2029. JMSI menilai media siber memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi yang kredibel dan berimbang guna menangkal disinformasi.
Penulis: Arsya


















Komentar