SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Irigasi Rampung, Kendari Mulai Tanam Padi di Labibia

Ski 63 1
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat meninjau lokasi persawahan di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mempercepat upaya penguatan ketahanan pangan dengan mengoptimalkan kembali kawasan persawahan di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran meninjau langsung lokasi tersebut pada Selasa, 28 April 2026, untuk memastikan kesiapan lahan sekaligus infrastruktur pendukung pertanian.

Dalam kunjungan itu, Wali Kota Siska didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V, Kepala Dinas Pertanian, serta Kepala Bappeda Kota Kendari.

Fokus utama peninjauan adalah Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang telah rampung dibangun oleh BWS dan dalam waktu dekat akan diserahkan kepada pemerintah kota.

“Permasalahan utama di kawasan ini selama ini adalah ketersediaan air. Dengan selesainya pembangunan JIAT, kita harapkan lahan persawahan bisa kembali difungsikan secara maksimal untuk tanaman padi,” ungkap Wali Kota Siska.

Kawasan persawahan Labibia memiliki luas sekitar 97,4 hektare. Namun, keterbatasan pasokan air selama beberapa tahun terakhir membuat sebagian lahan tidak dimanfaatkan secara optimal, bahkan beralih ke tanaman jagung.

Menurut Wali Kota Siska, penyerahan JIAT menjadi momentum penting untuk mengembalikan fungsi utama kawasan tersebut sebagai sentra produksi padi. Pemkot pun langsung menyiapkan langkah percepatan dengan menargetkan penanaman perdana dalam waktu dekat.

“Kita targetkan dalam dua minggu ke depan sudah bisa dilakukan penanaman padi. Ini bagian dari komitmen pemkot dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Siska juga berdialog dengan petani setempat. Tercatat ada tujuh kelompok tani yang aktif mengelola lahan di kawasan tersebut. Mereka menyampaikan sejumlah kebutuhan, termasuk tambahan alat pertanian berupa dua unit traktor roda dua serta pengembangan jaringan irigasi di beberapa titik yang belum terjangkau.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Siska berjanji akan segera menindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Balai Pekerjaan Umum dan Kementerian Pertanian.

“Kita akan upayakan secara bertahap agar kebutuhan petani terpenuhi. Ini penting agar produktivitas mereka meningkat,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement