SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Inflasi Kota Kendari Turun ke 3,66 Persen

Nisnawati 7
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati saat mengatakan inflasi menurun ke 3,66 persen, Rabu (2/9/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menyebut laju inflasi di daerah itu mulai menunjukkan tren penurunan. Inflasi Kota Kendari kini berada di angka 3,66 persen dan semakin mendekati level moderat yang menjadi perhatian pemerintah.

Asisten II Sekretariat Daerah Kota Kendari, Nismawati, mengatakan angka inflasi tersebut menunjukkan perkembangan positif meski masih berada di atas level moderat 3 persen.

“Alhamdulillah, bulan ini inflasi kita sudah turun dan mendekati angka moderat, 3,66 persen,” jelasnya.

Kendari masih menjadi daerah dengan angka inflasi tertinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra). Namun, jaraknya dengan Kabupaten Kolaka yang berada di angka 3,60 persen hanya 0,06 poin persentase.

Menurut Nismawati, tekanan inflasi pada periode ini lebih banyak berasal dari kelompok komoditas nonmakanan. Kondisi tersebut membuat ruang intervensi Pemerintah Kota Kendari relatif terbatas.

“Secara umum, Pemkot Kendari tidak punya kewenangan untuk intervensi, kecuali ikan kembung,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang disampaikan Pemkot Kendari, terdapat 10 komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi Kota Kendari.

Angkutan udara menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,81 persen. Berikutnya emas perhiasan sebesar 0,45 persen dan bahan bakar rumah tangga 0,30 persen.

Komoditas lain yang turut memberikan tekanan adalah bensin dengan andil 0,27 persen, akademi/perguruan tinggi 0,24 persen, telepon seluler 0,18 persen, mobil 0,14 persen, ikan kembung 0,11 persen, sigaret kretek mesin 0,11 persen, serta lemari pakaian 0,09 persen.

Dari sejumlah komoditas tersebut, ikan kembung menjadi salah satu komoditas yang dapat mendapat perhatian lebih langsung dari pemerintah daerah karena berkaitan dengan kebutuhan pangan masyarakat.

Pemkot Kendari, kata Nismawati, tetap melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan faktor-faktor yang memengaruhi inflasi. Koordinasi dengan pihak terkait juga terus dilakukan untuk menjaga stabilitas harga, terutama pada komoditas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut dia, tidak seluruh penyebab inflasi dapat dikendalikan pemerintah daerah. Sejumlah komoditas dipengaruhi faktor eksternal dan kebijakan yang berada di luar kewenangan pemerintah kota.

“Pengendalian inflasi ini membutuhkan kerja sama semua pihak. Tidak semua komoditas yang mengalami kenaikan harga bisa kita intervensi langsung,” katanya.

Dengan demikian, Nismawati mengatakan penurunan inflasi menjadi perkembangan yang patut disyukuri. Dengan posisi 3,66 persen, pemerintah kini berupaya mempertahankan tren tersebut agar inflasi Kendari terus bergerak menuju level moderat.

“Yang paling penting sekarang bagaimana tren penurunan ini bisa terus kita jaga,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement