SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita

Hujan Tak Menghalangi Relawan Lazismu Sultra dan KARTANA Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Kartana 1 1
Relawan Lazismu dan KARTANA saat pose bersama usai menyalurkan bantuan sembako kepada warga Lorong Damai dan Lorong Tridarma, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Kamis, 7 Mei 2026. Foto Arsya

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Hujan turun deras sejak pagi ketika sejumlah relawan memanggul paket sembako memasuki Lorong Damai dan Lorong Tridarma, Kelurahan Lalolara, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, Kamis, 7 Mei 2026.

Jalanan yang licin dan cuaca tak menentu tak menghentikan langkah relawan dari Lazismu Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Forum Kendari Tanggap Bencana (KARTANA) menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga.

Di tengah situasi Kota Kendari yang dalam beberapa pekan terakhir kerap diguyur hujan lebat dan beberapa kali merasakan guncangan gempa, kegiatan itu menjadi lebih dari sekadar pembagian sembako.

Relawan menyebutnya sebagai upaya menjaga semangat gotong royong di tengah rasa cemas masyarakat menghadapi cuaca ekstrem. Satu per satu paket bantuan dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Sebagian relawan terlihat tetap berjalan menembus genangan kecil sambil membawa kardus bantuan di bawah payung dan jas hujan sederhana.

Komandan KARTANA, Muhammad Matin Adhiddia, mengatakan kegiatan tersebut sengaja tetap dilaksanakan meski cuaca kurang bersahabat. Situasi darurat justru menjadi momen penting menghadirkan solidaritas sosial secara nyata.

“Kami ingin memastikan masyarakat tetap merasakan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi situasi ini. Hujan deras bukan alasan untuk berhenti melangkah, sebab kemanusiaan tidak menunggu cuaca membaik,” ungkapnya saat di lokasi, Kamis, 7 Mei 2026.

Ia menilai meningkatnya intensitas hujan dan munculnya guncangan gempa belakangan ini perlu direspons bukan hanya dengan kesiapsiagaan teknis, tetapi juga penguatan kepedulian sosial antarwarga.

Kolaborasi antara relawan, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun budaya tanggap bencana di daerah perkotaan seperti Kendari.

“Ketika masyarakat saling peduli, maka proses pemulihan dan kesiapsiagaan akan jauh lebih kuat,” tandas Matin.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement