SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Gubernur dan Wali Kota Kendari Tinjau Sekolah Rakyat, Target Gedung Rampung Agustus

Asr 2
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran dampingi Gubernur Andi Sumangerukka saat meninjau sekolah rakyat, Selasa (26/5/2026). Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran,  mendampingi Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, meninjau pelaksanaan program Sekolah Rakyat di kawasan Sentra Meohai, Kelurahan Lepo-Lepo, serta progres pembangunan gedung permanen di Abeli Dalam, Selasa, 26 Mei 2026.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan program pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem berjalan sesuai tujuan pemerintah. Selain itu, rombongan juga mengecek kesiapan fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar.

Di lokasi Sentra Meohai Lepo-Lepo, gubernur bersama wali kota memasuki ruang kelas tingkat SMP dan berdialog langsung dengan para siswa. Andi Sumangerukka menanyakan asal-usul peserta didik, kondisi keluarga, hingga pengalaman mereka selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.

Suasana haru sempat terlihat ketika seorang siswi meneteskan air mata saat menceritakan kehidupan yang dijalani sebelum bergabung di sekolah tersebut. Beberapa siswa lainnya tampak malu-malu menjawab pertanyaan gubernur.

Usai meninjau ruang belajar, rombongan melanjutkan pengecekan ke sejumlah fasilitas penunjang, mulai dari laboratorium komputer, perpustakaan, klinik pratama, hingga asrama siswa. Wali Kota Kendari terlihat beberapa kali berdiskusi dengan gubernur terkait kondisi fasilitas dan kebutuhan pengembangan program.

Andi Sumangerukka mengatakan, Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah pemerintah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan dan pembentukan karakter.

“Mereka dibiasakan hidup tertib, rapi, disiplin, dan rajin. Dari kebiasaan itulah nantinya akan lahir perubahan pola hidup yang lebih baik,” jelasnya.

Program tersebut tidak hanya menyediakan akses pendidikan gratis, tetapi juga membangun kebiasaan hidup positif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Ia mengaku puas melihat kondisi lingkungan sekolah yang dinilai bersih dan tertata, termasuk kedisiplinan siswa selama mengikuti pendidikan berbasis asrama.

“Alhamdulillah saya lihat anak-anak senang berada di sini. Lingkungannya juga bersih dan tertib,” bebernya.

Saat ini, Sekolah Rakyat tahap awal di Kendari menampung 49 siswa tingkat SMP yang terdiri atas 30 laki-laki dan 19 perempuan. Adapun tingkat SD dan SMA masing-masing direncanakan menerima 50 peserta didik.

Untuk sementara, kegiatan belajar tingkat SD dan SMA masih memanfaatkan gedung Balai Latihan Kerja sambil menunggu pembangunan fasilitas utama rampung.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke kawasan Abeli Dalam untuk melihat progres pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat. Berdasarkan laporan yang diterima, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 67 persen.

Andi Sumangerukka mengatakan, ketersediaan material pembangunan relatif aman. Namun, pengerjaan masih menghadapi kendala keterbatasan tenaga kerja di lapangan. Meski demikian, pekerjaan terus dipacu untuk mengejar target penyelesaian pada Juli hingga Agustus 2026.

“Pekerjaan dilakukan sampai jam satu malam untuk percepatan. Yang penting kualitas bangunan tetap dijaga,” tutupnya.

Sementara itu, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mendukung penuh program Sekolah Rakyat karena dinilai mampu membuka akses pendidikan lebih luas bagi masyarakat kurang mampu.

Menurut dia, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota menjadi kunci agar program tersebut benar-benar memberi dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kota Kendari.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement