SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Gelar Rapat TPPS, Wali Kota Kendari Targetkan Nol Persen Stunting

Siska 16
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat memberikan sambutan dalam rapat TPPS. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menegaskan kembali komitmennya dalam percepatan penurunan stunting.

Hal itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran saat membuka Rapat Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tahap IV Tahun 2025 di Hotel Zahra Syariah Kendari, Rabu (26/11/2025).

Di hadapan seluruh jajaran OPD, camat, dan lurah, Wali Kota Siska menekankan bahwa pemerintah tidak sekadar mengejar target angka, tetapi memastikan seluruh anak di Kota Kendari tumbuh sehat dan berkembang optimal.

“Kita tidak boleh setengah hati. Tidak ada satu pun anak Kota Kendari yang boleh tertinggal. Target kita jelas: menuju nol persen stunting,” tegasnya.

Dalam pemaparannya, Siska membeberkan perkembangan prevalensi stunting berdasarkan dua sistem pencatatan resmi.

– SKI (Survei Kesehatan Indonesia) mencatat penurunan dari 25,7 persen pada 2023 menjadi 24,4 persen pada 2024.

– EPPGBM (Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) menunjukkan prevalensi 1,82 persen pada September 2025, angka yang dinilai cukup menggembirakan.

Meski demikian, Siska menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang untuk lengah.

“Ini program strategis nasional. Walaupun angka kita sudah baik, kita tidak boleh merasa puas. Stunting bukan sekadar hitungan statistik, ini menyangkut masa depan generasi kita,” jelasnya.

Tak hanya itu, Wali Kota Siska mengingatkan bahwa penurunan stunting adalah kerja bersama, bukan hanya tugas dinas kesehatan.

“Ini soal sanitasi, soal rumah yang layak, soal lingkungan yang sehat, bahkan soal perilaku hidup masyarakat. Jadi semua OPD harus turun tangan,” ucapnya.

Ia secara khusus menyebut sejumlah OPD yang memegang peranan penting yakni Dinas Perumahan, Dinas Sosial, hingga Dinas PUPR. Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting sangat bergantung pada kualitas koordinasi lintas sektor.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Siska juga mengeluarkan instruksi tegas kepada para lurah agar lebih aktif memonitor kondisi warganya.

“Setiap hari Senin saya ingin laporan. Siapa warganya yang sakit, siapa yang kesulitan makan, siapa yang butuh bantuan pelayanan. Jangan tunggu ada masalah baru dilaporkan,” urainya.

Selain itu, Wali Kota Kendari juga memaparkan progres Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), yang kini sudah mencapai 62 persen, tertinggi di Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Kita ingin angka ini tembus 80 sampai 90 persen. Bahkan kalau bisa melampaui target nasional. Ini penting agar masyarakat bisa mendeteksi dini masalah kesehatan,” bebernya.

Program CKG, menurutnya, menjadi fondasi penting untuk memutus rantai risiko stunting sejak dini.

“Kita ingin menghadirkan generasi masa depan yang lebih sehat, cerdas, dan berdaya saing. Kita ingin anak-anak Kendari tumbuh tanpa hambatan. Itulah investasi terbesar kita,” tandasnya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement