KENDARI, TERASSULTRA.COM – Ketua Forum Masyarakat Peduli Bombana (FMPB), Haslin Hatta Yahya, menegaskan bahwa tidak ada aktivitas pertambangan emas di Desa Wumbubangka dan Desa Tahite, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pernyataan ini disampaikan sebagai respons atas isu yang beredar terkait dugaan eksploitasi sumber daya alam di wilayah tersebut.
Menurut Haslin, desas-desus tentang adanya aktivitas tambang ilegal di dua desa itu telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Dirinya memastikan bahwa informasi tersebut tidak berdasar dan telah diverifikasi oleh pihak-pihak terkait.
“Kami dari Forum Masyarakat Peduli Bombana telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan, dan hasilnya tidak ditemukan aktivitas pertambangan emas di Desa Wumbubangka maupun Desa Tahite. Informasi ini hanya isu yang tidak memiliki bukti kuat,” kata Haslin saat ditemui di Kendari, Selasa (19/11/2024).
Dalam kesempatan itu, Haslin menegaskan bahwa FMPB berkomitmen untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mendukung penuh upaya pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai organisasi masyarakat, kami juga terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi isu-isu yang beredar,” tambahnya.
Selain itu, Haslin juga mendorong pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba menyebarkan informasi palsu yang berpotensi memicu konflik sosial.
“Jika ada pihak yang mencoba memanfaatkan isu ini untuk kepentingan tertentu, kami meminta aparat bertindak tegas. Keamanan dan ketertiban masyarakat harus menjadi prioritas,” tegasnya.
Dengan demikian, FMPB mengimbau masyarakat Bombana untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang beredar di media sosial tanpa klarifikasi. Haslin juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga keharmonisan dan stabilitas daerah.
“Kami percaya bahwa masyarakat Bombana memiliki kesadaran yang tinggi untuk menjaga lingkungan dan mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan,” tandas Haslin.
Pernyataan dari FMPB diharapkan dapat meredakan keresahan masyarakat sekaligus memastikan bahwa wilayah Desa Wumbubangka dan Tahite tetap aman dari aktivitas yang dapat merusak lingkungan.
Penulis: Andri


















Komentar