KENDARI, TERASSULTRA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari menaruh perhatian serius terhadap dugaan penyimpangan dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi untuk nelayan. Hal itu dibahas dalam pertemuan yang dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman di ruang rapat Wakil Wali Kota, Rabu (15/10/2025).
Terlihat pertemuan tersebut dihadiri oleh unsur Dinas Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta aparat penegak hukum dan perwakilan nelayan.
Wakil Wali Kota Sudirman menegaskan, pemerintah daerah tidak akan mentolerir adanya praktik penyelewengan yang dapat merugikan masyarakat kecil, khususnya nelayan tradisional yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM bersubsidi untuk melaut.
“Kita tidak akan menutup mata. Kalau ada oknum yang bermain, baik dari pihak penyalur maupun penerima, akan kita tindak tegas. BBM subsidi ini hak nelayan kecil, bukan untuk diperjualbelikan,” tegasnya.
Menurutnya, laporan dugaan penyimpangan yang beredar di lapangan perlu segera ditindaklanjuti dengan langkah tegas. Pemerintah lanjutnya sedang mengumpulkan data terkait alokasi, distribusi, hingga praktik di lapangan agar dapat mengambil keputusan berbasis bukti.
“Kami ingin tahu persis di mana titik lemahnya. Jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk keuntungan pribadi. Ini menyangkut hajat hidup banyak orang,” kata Sudirman.
Dalam kesempatan itu, Sudirman menegaskan akan melakukan koordinasi lintas instansi untuk memastikan sistem distribusi BBM bersubsidi berjalan transparan, adil, dan tepat sasaran.
“Kami akan berkoordinasi dengan Pertamina, Polresta, dan instansi terkait lainnya. Prinsipnya, kami ingin sistem yang bersih dan bisa diawasi. Tidak boleh lagi ada ruang abu-abu,” paparnya.
Pemkot Kendari, lanjutnya, juga tengah menyiapkan mekanisme pengawasan berbasis digital dan pelaporan masyarakat, agar setiap nelayan bisa langsung melaporkan jika ada kejanggalan di lapangan.
“Era sekarang tidak bisa lagi hanya pakai laporan manual. Kita ingin sistem yang bisa dipantau secara real time, dan nelayan bisa ikut mengawasi,” tandas Sudirman.
Penulis: Andri


















Komentar