SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita Lingkungan Pemkot Kendari

Drainase Tak Kunjung Dibangun, Warga Lorong Embun Kendari Menderita Akibat Jalan Rusak

IMG 20250418 WA0003
Kondisi jalan lorong Embun Kendari rusak parah. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Warga Lorong Embun, Jalan Ade Irma Nasution, Kelurahan Watubangga, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, kembali mengeluhkan kondisi jalan yang rusak dan tak kunjung diperbaiki secara permanen. Mereka menilai kerusakan jalan yang terus berulang setiap musim hujan tak lepas dari ketiadaan drainase permanen di sepanjang lorong tersebut.

Pantauan awak media, Jumat, 18 April 2025, kondisi badan jalan di beberapa titik mengalami kerusakan cukup parah. Lubang-lubang menganga, permukaan jalan yang tak rata, serta sisa-sisa pengerasan yang mulai terkikis hujan menjadi pemandangan sehari-hari bagi warga yang melintas.

Padahal, jalan tersebut telah beberapa kali mendapatkan penanganan dari pemerintah, mulai dari pengerasan, penimbunan, hingga pengaspalan siram terakhir pada tahun 2023 lalu.

Sayangnya, semua upaya perbaikan itu belum membuahkan hasil jangka panjang. Begitu musim hujan tiba, air yang mengalir tanpa saluran akhirnya meluber ke badan jalan. Arus air yang deras secara perlahan menggerus permukaan jalan, meninggalkan jejak kerusakan yang kembali menyulitkan aktivitas warga.

Ibrahim, salah satu warga yang bermukim di Lorong Embun, mengatakan bahwa perbaikan jalan hanya akan sia-sia jika pemerintah tidak terlebih dahulu membangun sistem drainase permanen.

“Biar diaspal berapa kali, kalau tidak ada drainase permanen, akan tetap rusak. Air hujan melintas di jalan, dan akhirnya mengikis permukaan jalan,” ujar Ibrahim saat ditemui di kediamannya.

Menurutnya, keluhan terkait drainase sudah lama disampaikan oleh warga, namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas dari pemerintah.

“Kami hanya berharap pemerintah bisa melihat langsung kondisi jalan ini, dan tolong bangunkan drainase. Karena ini masalah utamanya,” tambahnya.

Senada dengan Ibrahim, Viya, warga lainnya yang telah bertahun-tahun tinggal di Lorong Embun, juga menyampaikan keprihatinannya. Ia menyebut jalan tersebut menjadi akses utama bagi warga dari tujuh kompleks BTN yang ada di lorong tersebut.

“Sudah berapa kali diperbaiki, dikasih pengerasan, diaspal siram, ditimbun, bahkan dicor. Tapi setiap hujan datang, jalan ini pelan-pelan kembali tergerus dan berlubang lagi,” ungkapnya.

Ia berharap pemerintah kota, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, segera merespons keluhan warga dengan membangun drainase permanen di kiri dan kanan jalan. Menurutnya, pembangunan drainase akan menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga kondisi jalan tetap layak.

“Kalau dibiarkan begini terus, ya pasti setiap tahun rusak dan diperbaiki lagi. Anggarannya juga jadi tidak efisien. Harusnya satu kali kerja yang tuntas,” katanya.

Selain itu, warga juga berharap agar pengaspalan ulang bisa segera dilakukan setelah drainase dibangun, mengingat jalan tersebut menjadi akses vital masyarakat, termasuk anak-anak sekolah dan kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Kami tidak minta muluk-muluk. Asalkan drainase dibuat dan jalan diaspal dengan baik, kami warga sangat bersyukur. Karena ini soal kenyamanan dan keselamatan,” tandas Viya.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement