SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintahan Pemkot Kendari

DPRD Siap Kawal Program Orang Tua Asuh, La Ode Ashar: Ini Demi Anak-Anak Kurang Mampu

Screenshot 20250602 164522 Instagram
Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar tengah saat memberikan keterangan tentang program Pemkot Kendari. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari menyatakan dukungan terhadap program Orang Tua Asuh yang diinisiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.

Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak yatim, kaum dhuafa, serta anak dari keluarga miskin, dengan menyediakan bantuan biaya pendidikan dan kebutuhan dasar lainnya melalui peran aktif para orang tua asuh, baik secara individu maupun kelompok masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari, La Ode Ashar, menilai program ini tidak hanya menyentuh sisi kemanusiaan, tetapi juga sejalan dengan agenda pembangunan sosial jangka panjang, terutama dalam memutus mata rantai kemiskinan dan stunting di Kota Kendari.

“Program Orang Tua Asuh ini adalah terobosan positif yang perlu terus didorong. Kita tidak hanya bicara soal pendidikan, tetapi bagaimana memberikan kesempatan yang adil bagi anak-anak kurang mampu untuk tumbuh sehat dan berdaya,” bebernya saat ditemui di gedung DPRD, Senin (2/6/2025).

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam bentuk dukungan moral dan material melalui program ini juga mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial yang menjadi kekuatan utama pembangunan daerah.

“Dengan semakin banyaknya orang tua asuh yang terlibat, maka potensi untuk menurunkan angka stunting dan mengurangi putus sekolah semakin besar. DPRD tentu akan mendukung secara kebijakan dan anggaran jika program ini dilaksanakan secara terstruktur,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, La Ode Ashar menegaskan bahwa DPRD akan mendorong agar program ini terus dikembangkan dengan skema yang lebih luas, termasuk menggandeng sektor swasta dan lembaga filantropi untuk memperluas jangkauan penerima manfaat.

“Kami berharap program ini menjadi gerakan sosial bersama, bukan hanya sekadar program pemerintah. Jika seluruh elemen masyarakat terlibat, maka manfaatnya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” tandasnya.

Untuk diketahui, Program ini dilaksanakan dengan sistem donasi rutin dari para orang tua asuh yang digunakan untuk membiayai keperluan pendidikan anak-anak asuh, mulai dari biaya sekolah, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan gizi dasar.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement