KENDARI, TERASSULTRA.COM – Dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari dari daerah pemilihan Mandonga-Puuwatu, Nasaruddin Saud dan Muhammad Maulana Ali Syaputra, menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Mandonga di Kantor Camat Mandonga, Kamis (5/2/2026).
Musrenbang dibuka Camat Mandonga Kasman Marewa. Sejumlah pejabat hadir, di antaranya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kendari Rida Nappu, Alfian yang mewakili Bappeda sebagai Kepala Bidang Data, Pengendalian, dan Evaluasi, para lurah dan kepala sekolah se-Kecamatan Mandonga, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Dalam forum tersebut, berbagai aspirasi disampaikan masyarakat, mulai dari infrastruktur lingkungan, kebutuhan pendidikan, hingga program kepemudaan. DPRD menegaskan akan memastikan usulan tersebut dikawal hingga tahap penganggaran.
Nasaruddin Saud mengatakan, kehadiran DPRD dalam Musrenbang bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari tanggung jawab konstitusional untuk menyerap dan memperjuangkan kebutuhan warga.
“Kami hadir untuk mendengar langsung suara masyarakat. Usulan yang disampaikan di forum ini akan kami kawal hingga proses pembahasan anggaran, agar benar-benar memberi dampak nyata,” ungkapnya.
Ia menilai Musrenbang menjadi ruang penting untuk memastikan perencanaan pembangunan berjalan berbasis kebutuhan riil masyarakat. Selanjutnya, DPRD juga akan mendorong pemerintah daerah memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan publik.
Sementara itu, Muhammad Maulana Ali Syaputra menambahkan, fungsi pengawasan DPRD akan dimaksimalkan agar program pembangunan tidak melenceng dari aspirasi warga.
“DPRD bukan hanya menyerap aspirasi, tapi juga memastikan pelaksanaannya tepat sasaran. Kami akan mengawasi setiap program agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” tegasnya.
Dengan demikian, politikus Golkar itu menegaskan, kolaborasi antara pemerintah kecamatan, perangkat daerah, dan DPRD menjadi kunci agar hasil Musrenbang tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan.
“Forum ini harus menghasilkan program yang konkret dan terukur, bukan sekadar daftar usulan,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar