KENDARI, TERASSULTRA.COM – Kabar duka menyelimuti Sulawesi Tenggara (Sultra). Rektor Universitas Halu Oleo (UHO), Prof. Armid, wafat akibat serangan jantung di Rumah Sakit Korem Kendari pada Sabtu (23/8/2025) malam.
Kepergian almarhum yang baru saja dilantik kurang dari sebulan sebagai rektor definitif UHO, meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan dan masyarakat Sultra.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kendari turut menyampaikan belasungkawa. Komisi III DPRD Kota Kendari, LM. Rajab Jinik, mengatakan wafatnya Prof. Armid merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi UHO tetapi juga masyarakat Sultra.
“Atas nama pribadi dan lembaga DPRD Kota Kendari, kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam. Almarhum Prof. Armid adalah sosok akademisi berdedikasi tinggi yang baru saja dipercaya memimpin universitas terbesar di Sultra. Kepergiannya tentu meninggalkan duka yang sangat dalam bagi kita semua,” ungkapnya, Minggu (24/8/2025).
Menurut Rajab, meskipun belum lama menjabat, almarhum menunjukkan kesungguhan untuk membawa perubahan positif bagi UHO. Gagasan dan pemikiran yang ia sampaikan dalam berbagai kesempatan, kata Rajab, memperlihatkan visi besar dalam membangun pendidikan di Sultra.
“Beliau baru dilantik belum genap sebulan, dan sudah lebih dulu dipanggil oleh Allah SWT. Kita semua masih sulit percaya. Padahal, beliau datang dengan penuh semangat, dengan ide-ide besar untuk membawa UHO lebih maju. Tentu ini kehilangan besar bagi dunia pendidikan kita,” bebernya.
Rajab menambahkan, DPRD Kota Kendari akan terus mendukung langkah-langkah strategis yang telah dirancang almarhum. Ia menilai, semangat yang ditunjukkan Prof. Armid harus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
“UHO adalah aset bangsa, dan semangat almarhum tidak boleh padam. Kami percaya estafet kepemimpinan akan tetap berjalan, dan cita-cita beliau untuk menjadikan UHO sebagai kampus unggul harus diteruskan. Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan,” tutup politikus golkar itu.
Penulis: Andri


















Komentar