SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekobis Berita

Dorong Ekonomi Kerakyatan, PT MCM dan PT TAS Dukung Pelaku UMKM di Konawe dan Kendari

IMG 20250224 WA0010
Aktivitas PT MCM dan PT TAS menguntungkan pelaku UMKM di Konawe dan Kendari. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Aktivitas industri yang berkelanjutan terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat di sekitar wilayah operasional. Sejak kembali beroperasinya PT Modern Cahaya Makmur (MCM) di Puriala, Kabupaten Konawe, serta PT Tiara Abadi Sentosa (TAS) di Nambo, Kota Kendari, geliat ekonomi lokal semakin terasa. Dampaknya dirasakan langsung oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas perusahaan dan pekerjanya.

Sejumlah pedagang kecil mengaku merasakan peningkatan pendapatan seiring dengan berjalannya kembali aktivitas kedua perusahaan tersebut. Salah satunya, Nunung, seorang pedagang nasi bungkus di Puriala. Menurutnya, sejak PT MCM kembali beroperasi, permintaan terhadap dagangannya meningkat signifikan.

“Sejak PT MCM beraktivitas lagi, dagangan saya selalu habis. Omzet saya naik dibandingkan sebelumnya,” beber, Senin (19/2/2025).

Hal serupa dirasakan Nadya, yang juga berjualan di sekitar area operasional PT MCM. Menurutnya, keberadaan perusahaan membawa dampak positif terhadap penjualannya.

“Banyak pekerja dan sopir truk yang mampir ke warung saya untuk membeli rokok dan minuman. Sejak PT MCM kembali aktif, omzet saya meningkat,” katanya.

Menurut Nadya, sebelumnya warung miliknya hanya dikunjungi oleh warga sekitar dengan jumlah pelanggan yang tidak menentu. Namun, setelah aktivitas perusahaan kembali berjalan, pelanggan tetap mulai berdatangan, sehingga stok barang dagangannya pun terus bertambah.

“Dulu saya hanya belanja sedikit karena takut tidak habis, sekarang saya berani belanja lebih banyak karena sudah pasti laku,” jelasnya.

Dampak ekonomi dari aktivitas PT MCM tidak hanya dirasakan oleh pedagang di sekitar lokasi tambang, tetapi juga sepanjang jalur hauling menuju Jetty PT TAS. Salah satu pedagang di PJR Pondidaha, Tuti, mengungkapkan bahwa para sopir truk kerap berhenti untuk beristirahat dan membeli dagangan warga setempat.

“Biasanya mereka singgah sebentar, makan jagung rebus atau sekadar minum kopi sebelum melanjutkan perjalanan. Ini tentu menguntungkan kami sebagai pedagang kecil,” tuturnya.

Tuti menambahkan bahwa sebelum adanya aktivitas perusahaan, dagangannya tidak terlalu ramai pembeli. Namun, setelah banyak kendaraan lalu lalang di jalur tersebut, ia merasakan perbedaan yang cukup besar dalam penjualan.

“Sekarang hampir setiap hari ada saja yang mampir. Kadang kalau sore, sopir-sopir truk itu istirahat sambil beli kopi atau makan di sini,” imbuhnya.

Sementara itu, di kawasan Jetty PT TAS, pedagang lokal juga menikmati berkah dari aktivitas bongkar muat perusahaan. Sumardin, salah satu pedagang di sekitar jetty, mengaku omzetnya meningkat drastis sejak perusahaan kembali beroperasi.

“Dagangan saya laris manis. Setiap hari ada pekerja dan sopir truk yang membeli makanan dan minuman di sini. Mereka biasanya beli mie instan, kopi, dan makanan ringan,” ungkapnya.

Menurut Sumardin, sebelumnya ia hanya berjualan di pagi dan sore hari karena sepinya pelanggan. Namun kini, ia menambah jam operasional warungnya hingga malam karena tingginya permintaan dari para pekerja.

“Sekarang saya buka sampai malam karena banyak yang cari kopi dan makanan ringan. Alhamdulillah, penghasilan jadi lebih baik,” katanya.

Kehadiran perusahaan tambang seperti PT MCM dan PT TAS menunjukkan bahwa aktivitas industri dapat berjalan berdampingan dengan pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Dengan meningkatnya daya beli masyarakat, perputaran ekonomi di sektor UMKM pun semakin menggeliat.

Para pelaku usaha kecil berharap agar aktivitas perusahaan tetap berjalan lancar dan memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat sekitar. Selain itu, mereka juga berharap adanya program pemberdayaan dari perusahaan untuk semakin memperkuat ekonomi lokal, baik dalam bentuk pelatihan usaha, bantuan modal, maupun pembinaan berkelanjutan.

“Harapannya, ke depan perusahaan bisa memberikan program bantuan modal atau pelatihan usaha untuk pedagang kecil seperti kami, supaya bisnis kami bisa berkembang lebih besar,” tutup Nadya.

Sebagai tulang punggung ekonomi rakyat, sektor UMKM memang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di wilayah mereka. Dengan kolaborasi yang baik, pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dapat terus diwujudkan.

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement