KENDARI, TERASSULTRA.COM – Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki tahun 2025 dengan strategi pembiayaan yang lebih agresif dan terarah.
Melalui penetapan fokus penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp300 miliar, bank daerah tersebut berambisi menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi produktif di bumi anoa.
Langkah ini tak hanya menegaskan posisi Bank Sultra sebagai lembaga keuangan regional yang adaptif, tetapi juga memperlihatkan visi jangka panjang dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.
Salah satu program yang mendapatkan perhatian khusus ialah KUR Alsintan (Alat dan Mesin Pertanian). Sebagai bank penyalur resmi yang bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Bank Sultra memperoleh kuota khusus Rp15 miliar pada tahun 2025.
Program ini diarahkan untuk membantu petani meningkatkan efisiensi dan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi pertanian modern.
Di balik kebijakan tersebut, Bank Sultra menyiapkan dua klaster sektor yang menjadi target utama penyaluran KUR.
Pertama, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang menyerap porsi terbesar dengan target Rp150 miliar. Sektor ini dinilai menjadi kunci pergerakan ekonomi daerah mengingat sebagian besar masyarakat Sultra menggantungkan hidup pada aktivitas produksi primer.
Kedua, sektor Perdagangan Besar dan Eceran yang menjadi motor perputaran ekonomi lokal dengan target penyaluran Rp124,117 miliar.
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menjelaskan bahwa tahun 2025 akan menjadi momentum penguatan peran Bank Sultra dalam mendorong ekonomi masyarakat.
Ia menekankan bahwa strategi penyaluran kredit produktif ini tidak hanya bertujuan memperluas akses permodalan, tetapi juga membangun struktur ekonomi yang lebih resilien.
“Bank Sultra tidak hanya hadir sebagai penyedia layanan digital modern. Kami juga memastikan bahwa bank daerah ini menjadi motor penggerak sektor riil dan pertanian,” ungkapnya saat melaksanakan media gathering di Tower Bank Sultra, Jumat (21/11/2025).
Menurutnya, pertanian dan perdagangan adalah dua sektor yang memiliki efek pengganda tinggi terhadap perekonomian daerah. Dengan mengalirkan pembiayaan ke sektor tersebut, Bank Sultra berharap produktivitas dan daya saing usaha lokal akan meningkat.
“Kami ingin memastikan bahwa dana dan fasilitas kredit benar-benar mengalir ke sektor-sektor produktif yang menjadi tulang punggung perekonomian Sultra. Ini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan daerah,” tambahnya.
Selain berfokus pada pembiayaan tambahnya, Bank Sultra juga terus berupaya memperkuat konektivitas layanan digital untuk mempermudah akses masyarakat terhadap fasilitas kredit.
“Sinergi antara kemudahan digital dan dukungan pembiayaan diharapkan menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.
Penulis: Arsya


















Komentar