SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Kendari

Dinkes Kota Kendari Gelar Cek Kesehatan Gratis

Dinkes
Kepala Dinas Kesehatan Hasria saat melaksanakan pemeriksaan kesehatan gratis. Foto Andri

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Dinas Kesehatan Kota Kendari menjalani Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Aula kantor Dinkes, Jumat, 14 Februari 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari, Hasria, bersama 56 staf turut mengikuti pemeriksaan yang dilaksanakan oleh tim BLUD UPTD Puskesmas Mokoau. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, hingga konsultasi kesehatan secara terpadu.

“ASN harus menjadi contoh dalam membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat. Tidak mungkin kita mengajak masyarakat peduli kesehatan kalau kita sendiri abai terhadap kondisi tubuh kita,” bebernya.

Deteksi dini menjadi kunci dalam menekan risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan gangguan jantung yang kerap muncul tanpa gejala awal. Ia menilai, pemeriksaan rutin seharusnya menjadi kebutuhan, bukan sekadar program.

“Banyak penyakit datang tanpa tanda yang jelas. Dengan pemeriksaan berkala, kita bisa mengetahui lebih awal dan mengambil langkah penanganan yang cepat dan tepat,” jelasnya.

Kegiatan ini, kata Hasria, juga menjadi pesan simbolik bahwa tenaga kesehatan dan ASN adalah garda terdepan dalam membangun kesadaran publik. Jika aparatur disiplin memeriksakan kesehatan, masyarakat diharapkan mengikuti.

Hasria menambahkan, layanan Cek Kesehatan Gratis tidak hanya tersedia untuk pegawai dinas, tetapi juga dapat diakses masyarakat di puskesmas.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa layanan ini terbuka dan mudah dijangkau. Jangan tunggu sakit untuk datang ke fasilitas kesehatan,” urainya.

Pemkot Kendari, melalui Dinas Kesehatan tambahnya, menargetkan pembiasaan deteksi dini sebagai bagian dari strategi promotif dan preventif. Upaya ini diharapkan menopang visi pembangunan kota yang menempatkan kualitas hidup dan produktivitas warga sebagai prioritas utama.

“Kalau aparatur sehat, pelayanan publik optimal. Kalau masyarakat sehat, pembangunan berjalan lebih cepat,” tandasnya.

 

Penulis: Andri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement