KENDARI, TERASSULTRA.COM – PT Gerbang Multi Sejatera (GMS) yang bergerak di bidang pertambangan setiap tahun memberikan bantuan kepada masyarakat lingkar tambang.
Seperti pada Jumat (15/3/2024), PT GMS menyalurkan bantuan sebanyak seribu paket beras dalam bentuk kemasan 25 kilogram kepada masyarakat di seluruh Kecamatan Laonti, Konsel.
Namun, hal tersebut diprotes beberapa warga, pasalnya bantuan tersebut tidak kepada mereka. Salah seorang perwakilan warga Desa Tambolosu, Kecamatan Laonti, Bara P (62) menyampaikan bahwa khusus di desanya ada 14 Kepala Keluarga (KK) yang tidak menerima bantuan.
Dalam kesempatan itu, Bara mengatakan dalam penyaluran bantuan perusahaan tambang itu ada dikriminasi yang diduga dilakukan oleh beberapa oknum Desa Tambolosu.
“Jadi bukan kali ini saja pada tahun 2022 lalu kami juga tidak dapat bantuan seperti masyarakat lainnya yang dapat bantuan di Kecamatan Laonti,” bebernya, Selasa (19/3/2024).
Ia mengaku sebagia masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan karena faktor politik dalam hal ini perbedaan pilihan.
“Jadi kami memang beda pandangan dan pilihan politik baik di tahun 2022 saat Pilkades kemarin dan Pemilu 2024 kemarin,” ungkapnya.
Pihaknya juga membeberkan bahwa seharusnya pihaknya juga mendapatkan bantuan, karena pihaknya juga turut merasakan dampak terhadap aktivitas PT GMS.
“Kami juga turut merasakan dampak aktivitas PT GMS, jadi kami juga mesti dapat bantuan, karena beberapa kali kami dapat bantuan, hanya pada dua momen itu kami tidak dapat bantuan,” bebernya.
“Jadi dalam setahun kami terima nanti dekat lebaran bantuan beras, kompensasi dan lainnya itu tidak ada,” tambahnya.
Selain itu, Bara menuturkan bahwa dalam penyaluran kompensasi itu diduga ada permintaan uang administrasi dan transportasi dari sejumlah oknum di desa. Tambolosu.
“Bagi masyarakat yang dapat bantuan dimintai uang senilai 10.000 per KK, dengan dalih uang transportasi,” tutupnya.
Sementara itu Kepala Desa Tambolosu, Tahir yang dikonfirmasi membantah bahwa pihaknya tidak menyalurkan bantuan tersebut. Namun, ia berdalih masih ada beberapa warga yang belum ambil<span;> karena mereka tidak ada di Desa.
“Bantuannya mereka masih di simpankan dan tidak boleh di wakili kalau mau ambil. itu saja trimaksih,” ungkapnya melalui pesan whatsappnya.
“Kemudian saya sampaikan kepada teman teman media ini tidak ada hubungannya dengan politik mohon di pahami,” tambahnya.
Sementara itu, Humas PT GMS, Sakir saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya setiap tahun menyalurkan bantuan kepada masyarakat se-kecamatan Laonti.
Namun, Desa Tambolosu itu tidak masuk lingkar tambang, tetapi desa tersebut tetap diberikan karena kebijakan perusahaan.
“Kemarin itu 4000 paket bantuan, jadi tidak semua bisa tercover, hanya berdasarkan data dan skala prioritas yang berada dilingkar tambang,” ungkapnya.
Ia juga membantah soal meminta uang transportasi kepada warga. Faktanya pihaknya memberikan transportasi setiap desa diberikan Rp1,5 juta.
“Setiap penyaluran bantuan kami berikan uang transportasi ke desa. Setiap desa Rp1,5 juta,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar