KENDARI, TERASSULTRA.COM – Di ujung barat Kota Kendari, deru mesin dump truck kerap terhenti sebelum mencapai zona aktif Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Puuwatu. Bukan karena antrean, melainkan jalan tanah yang berubah menjadi kubangan saat hujan turun. Dalam beberapa pekan terakhir, kondisi itu menjadi ujian nyata bagi sistem pengelolaan sampah kota.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) kini bergerak membenahi. Perbaikan akses jalan hingga penguatan alat operasional disiapkan, sembari menyiapkan transisi ke sistem pengelolaan yang lebih modern.
Kepala DLHK Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana mengatakan, curah hujan tinggi membuat jalur menuju zona aktif TPA sulit dilalui kendaraan pengangkut sampah. Dampaknya, ritme pembuangan terganggu.
“Kondisi ini terjadi karena musim penghujan sehingga akses menuju zona aktif tidak bisa dilalui kendaraan dump truck akibat jalan yang becek dan berlumpur,” ungkapnya, Selasa, 14 April 2026.
Menurutnya, hambatan di hilir ini berimbas langsung pada efektivitas pengelolaan sampah dari hulu. Tanpa akses yang memadai, distribusi sampah tidak berjalan optimal dan berpotensi menumpuk di titik pengangkutan.
Untuk itu, Pemkot Kendari mengalokasikan anggaran guna memperbaiki akses jalan menuju zona aktif TPA Puuwatu. Perbaikan ini dipandang krusial untuk memastikan siklus pengangkutan dan pembuangan kembali berjalan normal.
Tak hanya infrastruktur, pemkot juga tambahnya memperkuat dukungan alat berat. Sejumlah unit seperti excavator dan bulldozer disiapkan untuk menunjang operasional di lapangan, terutama dalam proses perataan dan penimbunan sampah.
Di sisi lain, Erlis Sadya mengakui bahwa sistem pengelolaan yang saat ini diterapkan masih menggunakan metode control landfill. Dalam praktiknya, sampah yang masuk akan ditimbun secara berkala menggunakan tanah urug untuk mengendalikan dampak lingkungan.
“Setiap sampah yang masuk dari hulu dilakukan penimbunan menggunakan tanah urug sebagai bagian dari sistem control landfill agar dampak lingkungan dapat dikendalikan,” katanya.
Namun, Pemkot Kendari tidak berhenti di situ. Tahun ini, pemerintah mulai menyiapkan langkah menuju sistem sanitary landfill metode yang lebih maju dalam pengelolaan sampah.
Berbeda dengan sistem sebelumnya, sanitary landfill menitikberatkan pada pengendalian air lindi, pengelolaan gas metan, serta penataan zona pembuangan yang memenuhi standar perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Rencana ini sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemkot Kendari dalam merespons persoalan sampah yang kian kompleks, seiring pertumbuhan kota.
Erlis mengakui, implementasi sistem modern tersebut sempat mengalami keterlambatan. Namun, menurut dia, pembenahan tetap berjalan secara bertahap, dimulai dari aspek paling mendasar, akses dan sarana operasional.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas pengelolaan sampah di TPA Puuwatu demi menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat Kota Kendari,” tandasnya.
Penulis: Andri


















Komentar