SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berita

Di Bawah La Ode Darwin, KKMM Sultra Siapkan Pesta Budaya Muna dan Rekor 1.000 Dulang

Darwin 2
Festival KKMM Sultra yang akan digelar di Kota Kendari, Minggu (21/6/2026). Foto ist

KENDARI, TERASSULTRA.COM – Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersiap menggelar salah satu perayaan budaya terbesar masyarakat Wuna di Kota Kendari.

Festival yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026 itu diproyeksikan menjadi momentum memperkuat persaudaraan warga Muna sekaligus upaya melestarikan warisan leluhur di tengah arus modernisasi.

Di bawah kepemimpinan Ketua KKMM Sultra, La Ode Darwin, kegiatan bertajuk “Merajut Persaudaraan, Melestarikan Adat dalam Semangat Kawunaha yang Luhur Menuju Indonesia Emas 2045” itu akan dipusatkan di kawasan Eks MTQ dan Tugu Religi Kota Kendari.

Panitia menargetkan sekitar 20 ribu peserta memadati lokasi kegiatan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara, termasuk keluarga besar Muna yang bermukim di Kota Kendari dan sekitarnya.

Ketua KKMM Sultra, La Ode Darwin, mengatakan pelestarian budaya harus menjadi gerakan bersama yang mampu mempererat persatuan dan menanamkan kebanggaan terhadap identitas daerah.

Nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur masyarakat Wuna merupakan modal sosial penting dalam membangun generasi masa depan.

“Budaya adalah jati diri. Melalui festival ini, kami ingin mempertemukan seluruh keluarga besar Muna, memperkuat rasa persaudaraan, dan memastikan warisan adat tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Semangat Kawunaha yang diwariskan para leluhur harus menjadi energi untuk berkontribusi bagi daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya, Minggu (21/6/2026).

Ia menegaskan, KKMM Sultra ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang konsolidasi masyarakat Muna sekaligus wadah memperkenalkan kekayaan budaya Wuna kepada generasi muda.

“Anak-anak kita harus mengenal akar budayanya. Jangan sampai mereka hanya mengenal budaya dari luar, sementara kekayaan tradisi yang kita miliki perlahan terlupakan. Karena itu, festival ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga identitas masyarakat Muna,” ungkapnya.

Ketua Panitia, LM. Bariun, mengungkapkan salah satu agenda yang dipersiapkan secara khusus adalah penyajian 1.000 dulang yang ditargetkan masuk dalam catatan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Dulang merupakan simbol penghormatan, kebersamaan, dan semangat gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Muna.

“Penyajian seribu dulang ini bukan hanya soal memecahkan rekor. Di dalamnya ada filosofi kebersamaan, penghormatan kepada tamu, serta semangat berbagi yang menjadi ciri khas masyarakat Wuna. Kami berharap ini menjadi catatan sejarah yang membanggakan,” bebernya.

Selain itu, kata dia, festival budaya tersebut juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat Muna yang tersebar di berbagai daerah.

“Ini adalah pesta rakyat. Kami ingin semua keluarga besar Muna hadir, berkumpul, dan merasakan kembali nilai-nilai persaudaraan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat kita,” tambahnya.

Koordinator Humas kegiatan, La Ode Muhram Naadu, mengatakan seluruh persiapan terus dimatangkan agar acara berjalan meriah dan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Ini bukan hanya milik warga Muna, tetapi pesta budaya yang dapat dinikmati seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara. Budaya adalah kekuatan pemersatu, dan melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekayaan bersama,” tandasnya.

Untuk diketahui, festival budaya itu akan diawali dengan pelaksanaan Kabasano Haroa atau doa keselamatan sebagai bentuk permohonan keberkahan dan kelancaran kegiatan.

Selanjutnya, festival akan diawali dengan Kabasano Haroa atau doa keselamatan, kemudian diramaikan atraksi Perkelahian Kuda, Modero, Tari Linda, dan Ewa Wuna, sebelum ditutup dengan hiburan rakyat.

Penulis: Arsya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement